Studi: Pasangan Menikah Memiliki Kemiripan Karakter

Senin, 1 Oktober 2012 | 21:46 WIB
II
B
Peneliti dari Amerika Serikat mengatakan, lelaki berpembawaan tenang cenderung menghindari perempuan keras.

Para peneliti di University of Cornell di New York berkesimpulan bahwa, orang yang menikah mempunyai kemiripan satu sama lain, baik kemiripan fisik maupun karakteristik.

Kesimpulan ini tentu saja berlawanan dengan apa yang sering disampaikan orangtua.

Seperti kita ketahui, kebanyakan orangtua sering mengatakan, bahwa kecenderungan orang memilih pasangan hidup dengan kualitas yang berlawanan agar bisa saling melengkapi.

Sementara hasil penelitian yang melibatkan 987 lelaki dan perempuan heteroseksual menunjukkan, bahwa individu  dengan kualitas yang berlawanan tidak menarik. Justru individu dengan karakteristik yang sama, kata peneliti,  jauh lebih membuat satu sama lain saling tertarik.

Sebagai contoh, jika seorang lelaki berpembawaan tenang, ia jauh lebih tertarik dengan perempuan yang pembawaannya tenang juga. "Lelaki tipe tersebut cenderung menghindari perempuan keras dan sangat percaya diri," imbuh para peneliti.

Para peneliti mengakui, bahwa karakter yang berlawanan memang bisa menjadi daya tarik pada awal hubungan, tapi ada kemungkinan itu tidak bisa bertahan dalam jangka panjang. Salah satu atau kedua pihak -- seiring berjalannnya waktu -- akan menyadari, bahwa modal cinta saja tidak cukup untuk saling memahami dan menerima perbedaan yang tajam,

Ini dikarenakan fakta menunjukkan, bahwa pasangan yang saling bertolak belakang memiliki keinginan, harapan dan cara pandang yang berbeda pula. Perbedaan yang tak bisa disatukan atau dikompromikan inilah yang menjadi alasan yang sangat umum untuk bercerai. 

Namun seorang psikolog, Kate Wachs tidak sependapat dengan kesimpulan yang didapat para peneliti tersebut, meski buktinya kuat dan jelas. Menurutnya, jika ada orang tertarik dengan lawan jenisnya lantaran memiliki kesamaan karakteristik, itu tidak berarti mereka lantas benar-benar akan memilih pasangan dengan karakteristik tersebut.

Bagaimana pun, lanjut Wachs, setiap orang memiliki pendapat tentang dirinya sendiri dan pasangan yang mereka ingin untuk hidup bersama, sering kali tidak memiliki semua kualitas yang diinginkan. "Klaim bahwa orang pintar jauh lebih tertarik pada orang yang pintar juga, tidak selalu benar," jelasnya.

Begitu pula dengan perempuan cantik dan menarik. Mereka, kata Wachs, tidak akan selalu memilih orang yang terlihat menarik pula pada pandangan pertama. 

Wachs juga menekankan bahwa kepribadian dan perilaku yang berlawanan belum menjadi daya tarik baik bagi perempuan maupun lelaki. Mereka biasanya baru bisa saling tertarik ketika mempunyai kesamaan pada tingkat yang lebih spesifik misalnya, kesamaan asal mereka, pengalaman hidup atau ras.




Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon