Twitter Survey Untuk Ukur Popularitas Merek
Kamis, 4 Oktober 2012 | 00:46 WIB
Akan diluncurkan tahun depan
Untuk memberi pengalaman yang lebih lengkap bagi perusahaan atau merek yang membutuhkan jasa pemasaran, Twitter memperkenalkan layanan baru yang bakal disebut Twitter Survey.
Produk baru Twitter itu akan digunakan untuk meminta pendapat pengguna, dalam sebuah survey singkat, tentang satu merek atau bahkan figur tertentu. Layanan itu bisa digunakan untuk mengukur popularitas merek, efektifitas iklan atau kampanye dari politisi serta partai politik.
"Pengguna akan melihat sebuah tweet dari @TwitterSurveys, yang mengundang mereka untuk mengisi sebuah survey secara langsung di dalam Twitter," tulis Twitter dalam sebuah pernyataan.
Twitter bekerja sama dengan lembaga riset Nielsen untuk menganalisis data yang dikumpulkan oleh layanan surveinya itu. Dengan layanan itu para pengiklan juga bisa membandingkan efektifitas iklan yang mereka tempatkan di media sosial dengan media konvensional seperti TV atau surat kabar.
Layanan itu awalnya akan diberikan secara gratis bagi para pengguna layanan iklan Twitter dan tahun depan baru akan diperkenalkan secara luas.
Untuk memberi pengalaman yang lebih lengkap bagi perusahaan atau merek yang membutuhkan jasa pemasaran, Twitter memperkenalkan layanan baru yang bakal disebut Twitter Survey.
Produk baru Twitter itu akan digunakan untuk meminta pendapat pengguna, dalam sebuah survey singkat, tentang satu merek atau bahkan figur tertentu. Layanan itu bisa digunakan untuk mengukur popularitas merek, efektifitas iklan atau kampanye dari politisi serta partai politik.
"Pengguna akan melihat sebuah tweet dari @TwitterSurveys, yang mengundang mereka untuk mengisi sebuah survey secara langsung di dalam Twitter," tulis Twitter dalam sebuah pernyataan.
Twitter bekerja sama dengan lembaga riset Nielsen untuk menganalisis data yang dikumpulkan oleh layanan surveinya itu. Dengan layanan itu para pengiklan juga bisa membandingkan efektifitas iklan yang mereka tempatkan di media sosial dengan media konvensional seperti TV atau surat kabar.
Layanan itu awalnya akan diberikan secara gratis bagi para pengguna layanan iklan Twitter dan tahun depan baru akan diperkenalkan secara luas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




