Registrasi Kapal Bahuga Jaya Dipalsukan?
Minggu, 7 Oktober 2012 | 19:02 WIB
Berdasarkan registrasi Lloyd, kapal ini dibuat tahun 1972, tapi ketika didaftarkan di Indonesia, disebut-sebut dibuat tahun 1992.
Kementerian Perhubungan tengah meneliti registrasi kapal Bahuga Jaya yang diduga palsu.
"Kami sedang menelusuri proses registrasinya, apakah ada pemalsuan atau tidak," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementrian Perhubungan, Bambang S Ervan di Jakarta, Minggu (7/10).
Berdasarkan data Lloyd's Register of Shipping Confidential Index 2010, kapal Bahuga Jaya dibuat pada 1972 di Norwegia. Namun, ketika didaftarkan pada otoritas pelayaran di Indonesia, disebut-sebut kapal ini dibuat tahun 1992.
"Tentu saja kapal ini sudah berganti bendera berkali-kali," kata Bambang.
Pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo sebelumnya menilai faktor kelaikan kapal yang terkait dengan umur kapal, sangat penting bagi jagat pelayaran.
Faktor kelaikan, kata Sudaryatmo, selain terkait perawatan, juga berhubungan dengan umur kapal.
Pada 26 September 2012 lalu kapal Bahuga Jaya menabrak kapal Tanker Norgas Chantika yang berbendera Singapura di Selat Sunda. Akibat tabrakan itu, Kapal Bahuga Jaya tenggelam, sedikitnya tujuh penumpang tewas dan sekitar 40 orang korban hilang, hingga kini tak ditemukan.
Saat itu. KMP Bahuga Jaya berangkat dari Merak, Banten menuji Bakauheni, Lampung.
Saat insiden terjadi, KMP Bahuga memuat 130 orang penumpang dan 68 kendaraan jenis fuso, truk, mini bus dan kendaraan roda dua.
Kementerian Perhubungan tengah meneliti registrasi kapal Bahuga Jaya yang diduga palsu.
"Kami sedang menelusuri proses registrasinya, apakah ada pemalsuan atau tidak," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementrian Perhubungan, Bambang S Ervan di Jakarta, Minggu (7/10).
Berdasarkan data Lloyd's Register of Shipping Confidential Index 2010, kapal Bahuga Jaya dibuat pada 1972 di Norwegia. Namun, ketika didaftarkan pada otoritas pelayaran di Indonesia, disebut-sebut kapal ini dibuat tahun 1992.
"Tentu saja kapal ini sudah berganti bendera berkali-kali," kata Bambang.
Pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo sebelumnya menilai faktor kelaikan kapal yang terkait dengan umur kapal, sangat penting bagi jagat pelayaran.
Faktor kelaikan, kata Sudaryatmo, selain terkait perawatan, juga berhubungan dengan umur kapal.
Pada 26 September 2012 lalu kapal Bahuga Jaya menabrak kapal Tanker Norgas Chantika yang berbendera Singapura di Selat Sunda. Akibat tabrakan itu, Kapal Bahuga Jaya tenggelam, sedikitnya tujuh penumpang tewas dan sekitar 40 orang korban hilang, hingga kini tak ditemukan.
Saat itu. KMP Bahuga Jaya berangkat dari Merak, Banten menuji Bakauheni, Lampung.
Saat insiden terjadi, KMP Bahuga memuat 130 orang penumpang dan 68 kendaraan jenis fuso, truk, mini bus dan kendaraan roda dua.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




