Pemasok iPhone 5 Akui Terjadi Pemogokan di Pabriknya

Senin, 8 Oktober 2012 | 08:40 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Fasilitas milik Foxconn - pemasok komponen iPhone terbesar dunia di Zhengzhou, China. (CNET)
Fasilitas milik Foxconn - pemasok komponen iPhone terbesar dunia di Zhengzhou, China. (CNET)
Sempat terjadi kekhawatiran kalau masalah yang terjadi di Foxconn ini bakal mempengaruhi pasokan iPhone 5 di pasaran.

Foxconn, pemasok terbesar komponen gadget keluaran Apple mengakui telah terjadi perbedaan pendapat antara pekerja mereka dengan petugas pengawas mutu di China.

Foxconn yang menjadi perusahaan pemasok komponen iPhone 5 terbesar dunia mengonfirmasi telah terjadi perselisihan antara pekerja mereka dengan pegawai pengawas mutu pada 1-2 Oktober lalu. Perselisihan itu terjadi di Zhengzhou dan sudah diambil langkah-langkah penyelesaian - seperti yang dilaporkan Wall Street Journal.

"Tidak ada penghentian produksi pada fasilitas itu ataupun di tempat produksi Foxconn lainnya. Produksi terus berjalan seperti yang sudah dijadwalkan," ungkap pernyataan dari perusahaan yang berbasis di Taiwan itu.

Perselisihan itu terjadi selama sepekan menyusul kerusuhan selama satu jam yang melibatkan ribuan pegawai yang memaksa fasilitas Foxconn yang terdapat di China ditutup untuk sementara.

Kerusuhan yang melibatkan sekitar 2 ribu pegawai pecah di saat dini hari 24 Agustus lalu. Pemicu kerusuhan itu diduga karena seorang penjaga yang memukul seorang pegawai.

Sekitar 40 pegawai dibawa ke rumah sakit dan tak disebutkan berapa orang yang ditahan.

Foxconn juga membantah laporan yang menyebutkan bahwa 3 - 4 ribu pekerja di fasilitas Zhengzhou melakukan mogok kerja, Jumat (5/10) lalu.

Pekan lalu lembaga pengawas hak azasi manusia menyatakan pemogokan telah terjadi karena permintaan dari pengawas kualitas mutu yang tidak memberikan pelatihan cukup kepada pekerja. Hal tersebut diperlukan agar mereka bisa memenuhi standar mutu seperti yang diminta.

Foxconn sendiri memiliki 1,2 juta pekerja di China - mendapat sorotan selama beberapa tahun terakhir menyusul adanya laporan telah terjadi bunuh diri yang dilakukan pegawai mereka saat bekerja.

Perusahaan tersebut juga dituduh telah mempekerjakan pegawai di bawah umur, menyediakan fasilitas yang tidak layak di tempat penampungan pegawai serta menetapkan jam kerja yang berlebihan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon