BPOM Razia Puluhan Penjual Obat Kuat Ilegal
Senin, 8 Oktober 2012 | 13:29 WIB
Situs-situs yang menjual obat ilegal tersebut ditemukan dalam Operasi Pangea V
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 83 situs yang menjual obat dan suplemen ilegal secara online.
"Pemasaran obat palsu adalah kejahatan transnasional, dalam operasi ini kita melibatkan interpol dan Kepolisian Republik Indonesia," kata Kepala BPOM, Lucky. S. Slamet, hari ini.
Situs-situs yang menjual obat ilegal tersebut ditemukan dalam Operasi Pangea V, sebuah aksi internasional yang dilakukan secara bersamaan selama satu minggu di 100 negara termasuk Indonesia, yang bertujuan menghentikan penjualan obat ilegal dan palsu secara online.
Di Indonesia, operasi yang dilaksanakan dari tanggal 25 September sampai tanggal 2 Oktober ini difokuskan di Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta karena akses internet memang paling banyak di Pulau Jawa.
Indonesia sendiri baru dua kali mengikuti Operasi Pangea.
Lucky mengatakan dari operasi ini sebanyak 83 situs akan segera diblokir. Bersamaan dengan itu sebanyak 66 item obat dan suplemen ilegal bernilai Rp150 juta telah disita.
"Dari operasi ini sebanyak empat sarana sudah diperiksa, ada tindakan lanjut secara pro justicia terhadap empat kasus dan dua orang ditahan," kata Lucky.
Di tahun 2011, Operasi Pangea yang dilakukan di Indonesia hanya berhasil menutup 30 situs yang menjual obat secara ilegal.
Lucky mengatakan kebanyakan obat yang dijual di situs-situs yang ditargetkan adalah obat disfungsi ereksi yaitu sebanyak 40 item, dan obat-obatan penurun berat badan. Semua obat-obatan yang disita tersebut tidak mempunyai ijin edar.
Menurut Lucky, BPOM masih mengadakan pengujian untuk melihat apakah produk-produk tersebut mengandung bahan berbahaya.
Namun menurutnya dari pengalaman banyak dari produk ilegal yang sudah disita sebelumnya yang mengandung bahan kimia yang bisa menyebabkan gangguan jantung, kejang, gangguan ginjal dan efek samping serius lainnya.
"Pokoknya tidak ada yang namanya obat disfungsi ereksi dan penurun berat badan legal yang bisa dijual online," kata Lucky.
Menurutnya obat disfungsi ereksi hanya boleh didapat dengan resep dokter karena bisa berbahaya untuk beberapa orang dengan kondisi medis tertentu.
"Dan tidak ada obat untuk penurun berat badan, adanya obat obesitas dan pemakaiannya harus dikontrol dokter," katanya.
Lucky mengatakan untuk menghindari bahaya kesehatan masyarakat dihimbau untuk selalu membeli obat di tempat yang terpercaya seperti apotek.
"Kalau ada yang mencurigakan segera laporkan, perhatikan nomor registrasi," kata Lucky.
Beberapa dari obat ilegal yang disita antara lain adalah Black Ant, Blue Wizard, Rogem Cream, obat penurun berat badan Acai Berry, Botanical Slim, Fatloss Jimpness Beauty, dan Meizitang Botanical Slimming soft gel.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 83 situs yang menjual obat dan suplemen ilegal secara online.
"Pemasaran obat palsu adalah kejahatan transnasional, dalam operasi ini kita melibatkan interpol dan Kepolisian Republik Indonesia," kata Kepala BPOM, Lucky. S. Slamet, hari ini.
Situs-situs yang menjual obat ilegal tersebut ditemukan dalam Operasi Pangea V, sebuah aksi internasional yang dilakukan secara bersamaan selama satu minggu di 100 negara termasuk Indonesia, yang bertujuan menghentikan penjualan obat ilegal dan palsu secara online.
Di Indonesia, operasi yang dilaksanakan dari tanggal 25 September sampai tanggal 2 Oktober ini difokuskan di Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta karena akses internet memang paling banyak di Pulau Jawa.
Indonesia sendiri baru dua kali mengikuti Operasi Pangea.
Lucky mengatakan dari operasi ini sebanyak 83 situs akan segera diblokir. Bersamaan dengan itu sebanyak 66 item obat dan suplemen ilegal bernilai Rp150 juta telah disita.
"Dari operasi ini sebanyak empat sarana sudah diperiksa, ada tindakan lanjut secara pro justicia terhadap empat kasus dan dua orang ditahan," kata Lucky.
Di tahun 2011, Operasi Pangea yang dilakukan di Indonesia hanya berhasil menutup 30 situs yang menjual obat secara ilegal.
Lucky mengatakan kebanyakan obat yang dijual di situs-situs yang ditargetkan adalah obat disfungsi ereksi yaitu sebanyak 40 item, dan obat-obatan penurun berat badan. Semua obat-obatan yang disita tersebut tidak mempunyai ijin edar.
Menurut Lucky, BPOM masih mengadakan pengujian untuk melihat apakah produk-produk tersebut mengandung bahan berbahaya.
Namun menurutnya dari pengalaman banyak dari produk ilegal yang sudah disita sebelumnya yang mengandung bahan kimia yang bisa menyebabkan gangguan jantung, kejang, gangguan ginjal dan efek samping serius lainnya.
"Pokoknya tidak ada yang namanya obat disfungsi ereksi dan penurun berat badan legal yang bisa dijual online," kata Lucky.
Menurutnya obat disfungsi ereksi hanya boleh didapat dengan resep dokter karena bisa berbahaya untuk beberapa orang dengan kondisi medis tertentu.
"Dan tidak ada obat untuk penurun berat badan, adanya obat obesitas dan pemakaiannya harus dikontrol dokter," katanya.
Lucky mengatakan untuk menghindari bahaya kesehatan masyarakat dihimbau untuk selalu membeli obat di tempat yang terpercaya seperti apotek.
"Kalau ada yang mencurigakan segera laporkan, perhatikan nomor registrasi," kata Lucky.
Beberapa dari obat ilegal yang disita antara lain adalah Black Ant, Blue Wizard, Rogem Cream, obat penurun berat badan Acai Berry, Botanical Slim, Fatloss Jimpness Beauty, dan Meizitang Botanical Slimming soft gel.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




