Komisi Antikorupsi Timor Leste Belajar ke KPK

Rabu, 10 Oktober 2012 | 14:37 WIB
RW
B
Wakil Ketua KPK Zulkarnain (kanan) menyalami Deputi Commisioner for Education Campaign and Research Comissao Anti Corrupcao Timor Leste Jose Antonio de Jesus Das Neves seusai pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/10). Kedua lembaga anti korupsi dua negara tersebut sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam pemberantasan korupsi. FOTO ANTARA/Andika Wahyu/Koz/Spt/12.
Wakil Ketua KPK Zulkarnain (kanan) menyalami Deputi Commisioner for Education Campaign and Research Comissao Anti Corrupcao Timor Leste Jose Antonio de Jesus Das Neves seusai pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/10). Kedua lembaga anti korupsi dua negara tersebut sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam pemberantasan korupsi. FOTO ANTARA/Andika Wahyu/Koz/Spt/12. (Antara)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kerap dijadikan contoh oleh komisi antikorupsi negara lain. Sejumlah komisi antikorupsi negara lain menimba ilmu pemberantasan korupsi di KPK.

Hari ini, giliran Komisi Antikorupsi (KAK) Timor Leste yang mendatangi KPK untuk belajar sekaligus menjalin kerja sama dalam hal pemberantasan korupsi.

Deputi Komisioner KAK, Jose Antonio mengatakan pihaknya belajar dari KPK Indonesia karena adanya kesamaan modus korupsi yang dilakukan oleh koruptor di Indonesia dan di negaranya.

Pihak Timor Leste, ujar Jose, perlu banyak belajar dari KPK.

Selama ini, kata Jose, pihaknya terus memantau sepak terjang KPK dalam memberantas korupsi melalui televisi.

"Sebagai lembaga baru kita belajar, sambil bekerja  sama agar pemberantasan korupsi lebih baik. Tidak boleh berjuang  sendiri. Harus bekerja sama," kata Jose.

Ia menjelaskan Timor Leste sebagai negara baru sedang terus melakukan  pembangunan infrastruktur. Pihak swasta Indonesia banyak yang berkompetisi untuk bisa ambil bagian dalam proses pembangunan di Timor Leste.

"Jadi hal-hal yang bisa merugikan negara baik di Indonesia maupun Timor Leste kita berantas bersama," kata Jose dalam konferensi pers di kantor KPK, Rabu (10/10). Ia didampingi Wakil Ketua KPK Zulkarnain.

Maka dari itu, menurut Jose, harus dibuat suatu kerja sama secara formal dalam rangka memerangi tindak pidana korupsi yang mungkin terjadi di Indonesia dan Timor Leste.

Dalam kesempatan ini, Jose menceritakan soal lembaga antikorupsi di negaranya yang baru dua tahun berdiri namun sudah berhasil menyeret sejumlah menteri ke meja hijau.

Selain itu, Jose juga  menjelaskan jika penyidik komisi antikorupsi di negaranya tidak diambil dari unsur kepolisian, tetapi berasal dari berbagai macam latar belakang.

"Kami rekrut orang biasa dari berbagai latar belakang. Ada mantan polisi, insinyur, jurnalis, akuntan. KAK punya power untuk merekrut penyidik sendiri," kata Jose.

Meski tidak merekrut penyidik dari kepolisian, namun Jose mengatakan KAK  tetap menjalin kerja sama dengan kepolisian dalam hal keamanan dan operasi tertentu. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon