TNI Akui Sengaja Halangi Wartawan Liput Hawk Jatuh
Selasa, 16 Oktober 2012 | 16:42 WIB
Aparat TNI memang sengaja menghalangi wartawan mendekati lokasi jatuhnya Hakw 200 dengan alasan keamanan dan kerahasiaan.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) membela diri dan mengatakan larangan untuk wartawan meliput peristiwa jatuhnya pesawat tempur Hawk 200 demi keselamatan awak media.
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan mengatakan aparat TNI memang sengaja menghalangi wartawan untuk mendekati lokasi jatuhnya pesawat asal Inggris tersebut.
”Jangan sampai dia sedang bawa bom, kemudian mendekat meledak kemudian yang disalahkan nanti TNI AU. Demi keselamatan kita semua. Kan untuk keselamatan media juga,” ujarnya kepada wartawan di Istana Negara, Senin (16/10).
Kepala Staff TNI Angkatan Udara (KSAU)Marsekal Imam Sufaat menambahkan bahwa selain untuk keamanan, ada juga unsur kerahasiaan yang harus dijaga.
Untuk kerahasiaan ini, kata Agus, pihak penyidik perlu menemukan data recordernya agar jangan sampai hilang. ”Kalau pesawat tempur kan rahasia ya. Sebetulnya ada kerahasiaannya juga,” tandas dia.
Diberitakan sebelumnya, ada enam wartawan yang dianiaya aparat TNI saat meliput peristiwa jatuhnya pesawat tempur Hawk 200 di Pekanbaru, Riau pagi tadi. Tidak hanya dipukul, peralatan kerja seperti kamera juga ditahan.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) membela diri dan mengatakan larangan untuk wartawan meliput peristiwa jatuhnya pesawat tempur Hawk 200 demi keselamatan awak media.
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan mengatakan aparat TNI memang sengaja menghalangi wartawan untuk mendekati lokasi jatuhnya pesawat asal Inggris tersebut.
”Jangan sampai dia sedang bawa bom, kemudian mendekat meledak kemudian yang disalahkan nanti TNI AU. Demi keselamatan kita semua. Kan untuk keselamatan media juga,” ujarnya kepada wartawan di Istana Negara, Senin (16/10).
Kepala Staff TNI Angkatan Udara (KSAU)Marsekal Imam Sufaat menambahkan bahwa selain untuk keamanan, ada juga unsur kerahasiaan yang harus dijaga.
Untuk kerahasiaan ini, kata Agus, pihak penyidik perlu menemukan data recordernya agar jangan sampai hilang. ”Kalau pesawat tempur kan rahasia ya. Sebetulnya ada kerahasiaannya juga,” tandas dia.
Diberitakan sebelumnya, ada enam wartawan yang dianiaya aparat TNI saat meliput peristiwa jatuhnya pesawat tempur Hawk 200 di Pekanbaru, Riau pagi tadi. Tidak hanya dipukul, peralatan kerja seperti kamera juga ditahan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




