DKI Kuras Rp 947 Juta Beli Pakaian Dinas Anggota DPRD
Kamis, 18 Oktober 2012 | 14:50 WIB
Tahun 2012, setiap anggota DPRD mendapatkan Rp 10.083.808 dari APBD Rp 947 juta untuk beli seragam dinas.
Anggota DPRD DKI Jakarta termasuk warga yang miskin. Untuk beli pakaian dinas saja, 94 anggota DPRD Jakarta membebankan pada anggaran APBD.
Setiap tahun, anggota dewan minta jatah dari APBD untuk membeli pakaian dinas. Ini artinya, warga DKI melalui pajak menyumbangkan setiap tahun untuk beli pakaian buat anggota dewan. Demikian sebut Kordinator Investigasi Dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi kepada Beritasatu.com, Kamis (18/10).
“Tahun 2012, setiap anggota DPRD mendapatkan uang Rp 10.083.808 dari APBD Rp 947 juta untuk beli seragam dinas,” tukas Ucho singkat.
Uchok menjelaskan, anggaran beli baju dan atribut untuk anggota dewan itu juga dianggarkan pada tahun 2011 dengan biaya 846 juta. Dengan demikian, dari 2011 ke 2012, DPRD DKI menambah biaya beli baju sebanyak Rp 101 juta.
Ternyata, sambung Uchok, kenaikan alokasi anggaran ini sungguh egois sebab hanya memperjuangkan anggaran buat mereka saja, dan bukan memperjuangkan anggaran untuk kesejahteraan rakyat dari daerah pemilihan.
“Kami meminta alokasi beli pakaian dan atribut untuk anggota DPRD DKI segera dihapus. Ini sungguh memalukan. Rakyat miskin saja tidak mengemis pada APBD untuk beli pakaian,” pinta Uchok.
Anggota DPRD DKI Jakarta termasuk warga yang miskin. Untuk beli pakaian dinas saja, 94 anggota DPRD Jakarta membebankan pada anggaran APBD.
Setiap tahun, anggota dewan minta jatah dari APBD untuk membeli pakaian dinas. Ini artinya, warga DKI melalui pajak menyumbangkan setiap tahun untuk beli pakaian buat anggota dewan. Demikian sebut Kordinator Investigasi Dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi kepada Beritasatu.com, Kamis (18/10).
“Tahun 2012, setiap anggota DPRD mendapatkan uang Rp 10.083.808 dari APBD Rp 947 juta untuk beli seragam dinas,” tukas Ucho singkat.
Uchok menjelaskan, anggaran beli baju dan atribut untuk anggota dewan itu juga dianggarkan pada tahun 2011 dengan biaya 846 juta. Dengan demikian, dari 2011 ke 2012, DPRD DKI menambah biaya beli baju sebanyak Rp 101 juta.
Ternyata, sambung Uchok, kenaikan alokasi anggaran ini sungguh egois sebab hanya memperjuangkan anggaran buat mereka saja, dan bukan memperjuangkan anggaran untuk kesejahteraan rakyat dari daerah pemilihan.
“Kami meminta alokasi beli pakaian dan atribut untuk anggota DPRD DKI segera dihapus. Ini sungguh memalukan. Rakyat miskin saja tidak mengemis pada APBD untuk beli pakaian,” pinta Uchok.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




