Pelantikan Wali Kota Solo Dianggap Termurah Sepanjang Sejarah

Jumat, 19 Oktober 2012 | 13:02 WIB
SB
B
Penulis: SP/ Imron Rosyid/ Whisnu Bagus | Editor: B1
Uapacara pelantikan FX Hadi Rudyatmo sebagai Wali Kota Solo yang baru (Foto: Imron Rosyid/ Suara Pembaruan)
Uapacara pelantikan FX Hadi Rudyatmo sebagai Wali Kota Solo yang baru (Foto: Imron Rosyid/ Suara Pembaruan)
Dana pelantikan sangat murah, hanya Rp13 juta saja.

Pelantikan Wakil Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menjadi walikota baru menggantikan Joko Widodo yang terpilih Gubernur DKI Jakarta berlangsung meriah.

Dana pelantikan sangat murah, hanya Rp13 juta saja.

Sejumlah kelompok seni tradisi seperti karawitan menyemarakkan acara pelantikan tersebut. Ratusan massa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan tukang parkir bahkan ikut memenuhi halaman. Sebanyak 400 kursi undangan tak ada yang tersisa. 

Menurut Wakil Walikota Solo, Supriyanto, pelantikan Rudyatmo merupakan yang termurah sepanjang sejarah.

Supriyanto yang juga wakil ketua badan anggaran DPRD menyebut biaya pelantikan hanyaRp 13 juta.

“Padahal saat dilantik sebagai wakil walikota dengan walikota Jokowi, anggarannya sampai Rp200 juta,”  kata Supriyanto, Jumat (19/10).

Ditemui usai pelantikan, Rudyatmo menyatakan kesiapannya menjadi orang nomor satu di Solo. Dia mengaku tidak merasa berada di bawah bayang-bayang Jokowi yang menyandang sebagai walikota terbaik di dunia.  Dia akan meneruskan gaya kepemimpinan Jokowi yang egaliter dan merakyat.

“Kami ini kan sepasang, dwi tunggal. Pak Jokowi sendiri juga sering mengemukakan kalau jabatan walikota dan wakil itu hanya administrasi karena kebijakan diambil bersama-sama,” ujarnya. 

Paska dilantik, Rudy akan mengganti kepala dinas yang pada akhir bulan ini banyak memasuki masa pensiun. Selanjutnya,program unggulan yang dulu ditelurkan bersama dengan Jokowi akan dikembangkan.

“Misalnya di bidang kesehatan, melalui program PKMS (Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Solo –red), akan mencakup check gratis tidak hanya kalau sudah sakit baru ditanggung,” ujarnya. 

Rudy menyebut gagasan itu itu sangat mungkin terealisasi lantaran Pemerintah Kota Solo telah memiliki infrastruktur puskesmas rawat inap di sejumlah kecamatan. Rudy tinggal berpikir soal pengadaan alat check up. “Nanti akan diusahakan dari CSR (corporate social responsibility),” katanya. 

Di bidang pendidikan, Rudy siap mengampanyekan wajib belajar 12 tahun. Dirinya akan berkomunikasi dengan pusat agar membuat aturan yang mendukung hal tersebut.

Dalam tataran lokal, Rudy siap mengusahakan penambahan SD, SMP hingga SMK gratis bagi siswa miskin.

“Sebelum penambahan, akan dievaluasi dulu keberadaan SD hingga SMK Plus yang sudah ada. Jangan sampai labelnya gratis masih dipungut bayaran,” ujarnya.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon