Penghalang Panja Vaksin Flu Burung Dilaporkan ke BK DPR

Sabtu, 20 Oktober 2012 | 14:21 WIB
MB
B
Pabrik vaksin flu burung di Cisarua Bandung Barat Jawa Barat. FOTO:  Ulin Yusron/ Beritasatu.com
Pabrik vaksin flu burung di Cisarua Bandung Barat Jawa Barat. FOTO: Ulin Yusron/ Beritasatu.com
Pimpinan Komisi IX DPR yang aktif mengadvokasi RUU Kesehatan Jiwa adalah Nova Riyanti Yusuf dari Fraksi Partai Demokrat.

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Poempida Hidayatulloh mengancam akan melaporkan  pimpinan komisi IX ke Badan Kehormatan (BK) DPR jika ditemukan secara sengaja menghambat pembentukan Panitia Kerja (Panja) Proyek Pabrik Vaksin Flu Burung.
 
"Jika ada pimpinan-pimpinan yang mempersulit masalah ini maka akan saya laporkan pada BK DPR," kata Poempida di Jakarta, hari ini.
 
Sebelumnya, Poempida sudah mengirimkan surat resmi kepada pimpinan Komisi IX DPR, meminta agar Panja kasus itu segera dibentuk sesuai rekomendasi Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR.
 
BAKN sendiri merekomendasikan hal itu setelah audit BPK menemukan ratusan miliar rupiah uang negara yang diduga diselewengkan.
 
Poempida mengakui, pembentukan Panja sengaja dihalang-halangi pihak tertentu. Sebab, alasan penolakan  segera dibentuknya Panja itu sangat tidak masuk akal.
 
Misalnya, sejumlah pimpinan Komisi IX justru menyiapkan pembentukan Panja RUU Kesehatan Jiwa yang kurang urgen dibanding Panja Vaksin Flu Burung.
 
"Kesehatan Jiwa harus diselesaikan oleh Pemerintah terlebih dahulu dalam bentuk PP, sebagaimana diamanatkan oleh UU Kesehatan. Oleh karena itu  fokus Komisi IX harus pada Panja Vaksin," tegas Poempida.
 
Sebagai gambaran, pimpinan Komisi IX DPR yang aktif mengadvokasi RUU Kesehatan Jiwa adalah Nova Riyanti Yusuf dari Fraksi Partai Demokrat.
 
Poempida berjanji akan terus mendorong agar Panja proyek pabrik vaksin flu burung segera digulirkan.
 
Seperti diketahui, proyek pembangunan pabrik vaksin flu burung yang mangkrak sedang diselidiki Kepolisian RI dan Komisi Pemberantasan  Korupsi.
 
Proyek itu merupakan satu dari sekian proyek yang diduga dimainkan oleh PT Anugerah Nusantara, milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon