LSN: Prabowo dan Wiranto Capres Militer paling Berpeluang
Senin, 22 Oktober 2012 | 15:23 WIB
Nama dua jenderal Prabowo Subianto dan Wiranto muncul di puncak hasil survei nasional Lembaga Survei Nasional (LSN) sebagai calon presiden 2014 berlatar belakang militer.
"Perang bintang atau star wars dapat terjadi di babak final Pemilihan Presiden 2014. Prabowo dan Wiranto menjadi nama capres dari TNI yang bisa menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono di 2014 nanti," ujar Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry dalam diskusi rilis hasil survei nasional LSN di Jakarta, Senin (22/10).
Dalam hasil survei ini, ditanyakan kepada responden jika pemilihan presiden dilaksanakan hari ini, Prabowo berada di urutan teratas dengan elektabilitas 20,1%. Di posisi kedua ada Wiranto (12%), mantan wakil presiden M Jusuf Kalla di urutan ketiga (9,4%), mantan Presiden Megawati Soekanorputri di urutan keempat (8,8%), dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie di posisi kelima (7,1%).
Menurut Umar, berdasarkan temuan LSN, publik sangat mendambakan munculnya presiden yang bersih dan tegas. Hasil survei menyebutkan responden menyukai karakter capres yang bersih, tidak pernah terlibat korupsi (56,8%), capres yang merakyat (49,8%), capres yang konsisten (48,9%), dan cerdas (45%).
"Hal ini juga bisa disebabkan oleh sosok Presiden SBY yang sering kali memperlihatkan sikap yang tidak tegas, ragu-ragu dan tidak berani mengambil risiko. Hal ini semakin menguatkan publik untuk memilih sosok capres yang tegas dalam Pilpres 2014 nanti," ujarnya.
Umar mengatakan, publik merindukan sosok pemimpin yang tegas dan bersih.
Ketika pemilu 2004, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) muncul sebagai sosok yang berlawanan dengan Presiden Megawati. Dirinya bisa menjelaskan berbagai persoalan konflik sosial dan juga kondisi nyata permasalahan publik kepada masyarakat. Hal ini berbeda dengan Megawati yang cenderung diam saja.
"Setelah menjadi Presiden, SBY rajin memberikan pidato dan penjelasan, tapi tidak aktif memberikan eksekusi atas persoalan rakyat. Ketidaktegasan SBY yang membuat masyarakat tidak sabar," ujar Umar.
Tokoh-tokoh lain juga muncul seperti Sri Sultan Hamengku Buwono X di posisi keenam (6,3%) berikutnya Mahfud MD (5,8%), Joko Widodo (4,7%), Surya Paloh (3,3%), dan Dahlan Iskan (2,6%).
Survei ini dilakukan dari tanggal 10-24 September 2012 di 33 provinsi melalui multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan kuesioner dan juga wawancara mendalam terhadap 1.230 responden. Margin of error sebesar 2,8% dan tingkat kepercayaan mencapai 95%.
"Perang bintang atau star wars dapat terjadi di babak final Pemilihan Presiden 2014. Prabowo dan Wiranto menjadi nama capres dari TNI yang bisa menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono di 2014 nanti," ujar Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry dalam diskusi rilis hasil survei nasional LSN di Jakarta, Senin (22/10).
Dalam hasil survei ini, ditanyakan kepada responden jika pemilihan presiden dilaksanakan hari ini, Prabowo berada di urutan teratas dengan elektabilitas 20,1%. Di posisi kedua ada Wiranto (12%), mantan wakil presiden M Jusuf Kalla di urutan ketiga (9,4%), mantan Presiden Megawati Soekanorputri di urutan keempat (8,8%), dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie di posisi kelima (7,1%).
Menurut Umar, berdasarkan temuan LSN, publik sangat mendambakan munculnya presiden yang bersih dan tegas. Hasil survei menyebutkan responden menyukai karakter capres yang bersih, tidak pernah terlibat korupsi (56,8%), capres yang merakyat (49,8%), capres yang konsisten (48,9%), dan cerdas (45%).
"Hal ini juga bisa disebabkan oleh sosok Presiden SBY yang sering kali memperlihatkan sikap yang tidak tegas, ragu-ragu dan tidak berani mengambil risiko. Hal ini semakin menguatkan publik untuk memilih sosok capres yang tegas dalam Pilpres 2014 nanti," ujarnya.
Umar mengatakan, publik merindukan sosok pemimpin yang tegas dan bersih.
Ketika pemilu 2004, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) muncul sebagai sosok yang berlawanan dengan Presiden Megawati. Dirinya bisa menjelaskan berbagai persoalan konflik sosial dan juga kondisi nyata permasalahan publik kepada masyarakat. Hal ini berbeda dengan Megawati yang cenderung diam saja.
"Setelah menjadi Presiden, SBY rajin memberikan pidato dan penjelasan, tapi tidak aktif memberikan eksekusi atas persoalan rakyat. Ketidaktegasan SBY yang membuat masyarakat tidak sabar," ujar Umar.
Tokoh-tokoh lain juga muncul seperti Sri Sultan Hamengku Buwono X di posisi keenam (6,3%) berikutnya Mahfud MD (5,8%), Joko Widodo (4,7%), Surya Paloh (3,3%), dan Dahlan Iskan (2,6%).
Survei ini dilakukan dari tanggal 10-24 September 2012 di 33 provinsi melalui multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan kuesioner dan juga wawancara mendalam terhadap 1.230 responden. Margin of error sebesar 2,8% dan tingkat kepercayaan mencapai 95%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




