Merger Batal, Pelita Jaya Akuisisi Arema
Kamis, 25 Oktober 2012 | 19:12 WIB
Saham Pelita Jaya telah dijual dan resmi dibeli oleh pihak Bandung Raya.
Arema Indonesia dan Pelita Jaya Karawang akhirnya batal menggabungkan diri alias merger setelah melakukan kerja sama dan latihan bersama selama sekitar dua bulan di Malang.
CEO Nirwana Pelita Jaya Iwan Budianto mengatakan, sebenarnya jalinan kerja sama yang diagendakan hingga tiga bulan itu merupakan upaya untuk merger, namun akhirnya Bakrie Grup memutuskan untuk mengakuisisi Arema.
"Diakuisisinya Arema ini juga sebagai tindak lanjut dari kerja sama yang sudah terjalin antara Arema dan Pelita Jaya selama dua bulan terakhir ini. Akuisisi Arema ini dilakukan oleh Pelita Jaya melalui perusahaan Pelita Cronous," ujarnya.
Iwan juga mengatakan, batalnya proses merger antara Arema dan Pelita Jaya disebabkan manajemen Arema kesulitan untuk melakukan pembagian saham dengan target tinggi yang ingin dicapai, yakni menjadi juara ISL musim depan.
Karenanya manajemen Arema membuka peluang bagi Grup Bakrie untuk memiliki PT Arema Indonesia. Bahkan proses akuisisi tersebut telah disetujui oleh para petinggi Arema, yakni Presiden Kehormatan Arema Rendra Kresna dan Dirut Arema Ruddy Widodo.
Dengan mengakuisisi Arema, pihak Pelita Cronous harus melepas saham yang dimilikinya di Pelita Jaya karena satu perusahaan tidak bisa memiliki dua klub di ajang kompetisi dengan kasta yang sama.
Iwan melanjutkan, saham Pelita Jaya telah dijual dan resmi dibeli oleh pihak Bandung Raya. "Bandung Raya membeli nama klubnya saja agar bisa berkompetisi di ajang ISL," ujarnya.
Mengenai para pemain yang sudah dikontrak manajemen selama masa kerja sama dan latihan bersama antara Arema dengan Pelita Jaya, Direktur Utama Arema Ruddy Widodo secara tegas mengatakan, tetap menjadi milik Arema.
Hanya saja, masih ada beberapa nama pemain Pelita Jaya yang belum dibaliknamakan atas nama Arema, yakni Safee Salee, Greg Nwokolo, Victor Igbonefo, Egy Melgiansyah, M Natsir serta Irsyad Maulana.
"Mereka masih terikat kontrak dengan Pelita Jaya dan belum datang ke Malang, sehingga belum dibaliknamakan. Untuk Safee Salee memang pernah datang ke Malang saat uji coba meladeni tim KPSI, namun hanya sehari dan langsung kembali ke Malaysia," ujarnya.
Arema Indonesia dan Pelita Jaya Karawang akhirnya batal menggabungkan diri alias merger setelah melakukan kerja sama dan latihan bersama selama sekitar dua bulan di Malang.
CEO Nirwana Pelita Jaya Iwan Budianto mengatakan, sebenarnya jalinan kerja sama yang diagendakan hingga tiga bulan itu merupakan upaya untuk merger, namun akhirnya Bakrie Grup memutuskan untuk mengakuisisi Arema.
"Diakuisisinya Arema ini juga sebagai tindak lanjut dari kerja sama yang sudah terjalin antara Arema dan Pelita Jaya selama dua bulan terakhir ini. Akuisisi Arema ini dilakukan oleh Pelita Jaya melalui perusahaan Pelita Cronous," ujarnya.
Iwan juga mengatakan, batalnya proses merger antara Arema dan Pelita Jaya disebabkan manajemen Arema kesulitan untuk melakukan pembagian saham dengan target tinggi yang ingin dicapai, yakni menjadi juara ISL musim depan.
Karenanya manajemen Arema membuka peluang bagi Grup Bakrie untuk memiliki PT Arema Indonesia. Bahkan proses akuisisi tersebut telah disetujui oleh para petinggi Arema, yakni Presiden Kehormatan Arema Rendra Kresna dan Dirut Arema Ruddy Widodo.
Dengan mengakuisisi Arema, pihak Pelita Cronous harus melepas saham yang dimilikinya di Pelita Jaya karena satu perusahaan tidak bisa memiliki dua klub di ajang kompetisi dengan kasta yang sama.
Iwan melanjutkan, saham Pelita Jaya telah dijual dan resmi dibeli oleh pihak Bandung Raya. "Bandung Raya membeli nama klubnya saja agar bisa berkompetisi di ajang ISL," ujarnya.
Mengenai para pemain yang sudah dikontrak manajemen selama masa kerja sama dan latihan bersama antara Arema dengan Pelita Jaya, Direktur Utama Arema Ruddy Widodo secara tegas mengatakan, tetap menjadi milik Arema.
Hanya saja, masih ada beberapa nama pemain Pelita Jaya yang belum dibaliknamakan atas nama Arema, yakni Safee Salee, Greg Nwokolo, Victor Igbonefo, Egy Melgiansyah, M Natsir serta Irsyad Maulana.
"Mereka masih terikat kontrak dengan Pelita Jaya dan belum datang ke Malang, sehingga belum dibaliknamakan. Untuk Safee Salee memang pernah datang ke Malang saat uji coba meladeni tim KPSI, namun hanya sehari dan langsung kembali ke Malaysia," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




