9 Ton Raskin Ditemukan Rusak dan Berkutu
Kamis, 1 November 2012 | 01:49 WIB
"Saya tidak tahu apakah karena terlalu lama disimpan atau bagaimana."
Sebanyak sembilan ton lebih beras miskin (raskin) untuk masyarakat di Kendal, Jawa Tengah, kondisinya tidak layak konsumsi lantaran diketahui rusak, berkutu serta busuk.
Warga menolak dan mengembalikan beras tersebut dan meminta kepada Bulog untuk menggantinya dengan beras yang layak konsumsi.
Ratusan karung beras untuk masyarakat miskin, masing-masing berukuran lima belas kilogram ini terpaksa diangkut kembali ke kantor Bulog karena hampir seluruh raskin yang dikirimkan, kondisinya rusak, berkutu dan busuk. Akibatnya, beras jatah pemerintah tersebut tidak dapat dikonsumsi masyarakat.
Sedianya, sebanyak 9,9 ton raskin tesebut akan dibagikan ke 660 kepala keluarga di Kendal, Jawa Tengah. Sebagian beras juga sudah didistribusikan, namun warga menolak dan meminta Bulog untuk menggantinya dengan beras yang lebih layak.
"Karena tidak layak konsumsi banyak kutunya dan tidak layak dikonsumsi untuk rakyat. Sebagian sudah didistribusikan tapi ini dikembalikan," ujar Agus Waluyo Sekdes setempat.
Pihak Bulog berjanji kepada warga untuk mengganti seluruh raskin yang rusak dengan seluruh biaya penggantian, termasuk biaya pengangkutan ditanggung pihak Bulog.
"Kami ambil dan akan dikembalikan semuanya (ke Bulog). Jumlahnya 9 ton. Ya, saya tidak tahu apakah karena terlalu lama disimpan atau bagaimana. Yang jelas akan kita ganti semuanya," ujar Trio, salah satu petugas Bulog.
Sebanyak sembilan ton lebih beras miskin (raskin) untuk masyarakat di Kendal, Jawa Tengah, kondisinya tidak layak konsumsi lantaran diketahui rusak, berkutu serta busuk.
Warga menolak dan mengembalikan beras tersebut dan meminta kepada Bulog untuk menggantinya dengan beras yang layak konsumsi.
Ratusan karung beras untuk masyarakat miskin, masing-masing berukuran lima belas kilogram ini terpaksa diangkut kembali ke kantor Bulog karena hampir seluruh raskin yang dikirimkan, kondisinya rusak, berkutu dan busuk. Akibatnya, beras jatah pemerintah tersebut tidak dapat dikonsumsi masyarakat.
Sedianya, sebanyak 9,9 ton raskin tesebut akan dibagikan ke 660 kepala keluarga di Kendal, Jawa Tengah. Sebagian beras juga sudah didistribusikan, namun warga menolak dan meminta Bulog untuk menggantinya dengan beras yang lebih layak.
"Karena tidak layak konsumsi banyak kutunya dan tidak layak dikonsumsi untuk rakyat. Sebagian sudah didistribusikan tapi ini dikembalikan," ujar Agus Waluyo Sekdes setempat.
Pihak Bulog berjanji kepada warga untuk mengganti seluruh raskin yang rusak dengan seluruh biaya penggantian, termasuk biaya pengangkutan ditanggung pihak Bulog.
"Kami ambil dan akan dikembalikan semuanya (ke Bulog). Jumlahnya 9 ton. Ya, saya tidak tahu apakah karena terlalu lama disimpan atau bagaimana. Yang jelas akan kita ganti semuanya," ujar Trio, salah satu petugas Bulog.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




