VIDEO: Dirut RNI Ngaku Hanya 'Dipalak' Gula
Senin, 5 November 2012 | 20:48 WIB
Oknum DPR tersebut meminta gula untuk dibagikan-bagikan ke daerah pemilihan.
Direktur Utama (Dirut) PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Ismed Hasan Putro mengaku, sejumlah oknum anggota DPR yang meminta upeti pada BUMN gula yang dipimpinnya hanya sebatas gula, bukan uang.
Mantan wartawan Jawa Pos ini mengaku, tak ada nominal uang yang pernah dibicarakannya dengan anggota dewan.
"Tidak ada angka berapa, karena belum ada pembicaraan," kata Ismed, di ruang BK, Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/11).
Ismed mengatakan, oknum DPR tersebut meminta gula untuk dibagikan-bagikan ke daerah pemilihan. Menurutnya, nama anggota dewan tersebut sudah diserahkannya kepada Badan Kehormatan (BK) DPR, hari ini.
Ismed juga membantah pernah menyebut angka Rp1 miliar sebagai upeti kepada anggota dewan agar anggaran proyek BUMN segera cair. Ditegaskannya, selama dia menjabat, tak akan ada pihak mana pun yang bisa mendapat kucuran uang dari perusahaan pelat merah ini.
"Soal inisial dan nama, ada di BK. Modusnya kan tadi sudah saya katakan, dalam rangka gula sembako," ucapnya lagi.
Ismed kembali menegaskan, dirinya sudah menyampaikan kepada BK soal modus permintaan DPR terhadap perusahaannya.
Direktur Utama (Dirut) PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Ismed Hasan Putro mengaku, sejumlah oknum anggota DPR yang meminta upeti pada BUMN gula yang dipimpinnya hanya sebatas gula, bukan uang.
Mantan wartawan Jawa Pos ini mengaku, tak ada nominal uang yang pernah dibicarakannya dengan anggota dewan.
"Tidak ada angka berapa, karena belum ada pembicaraan," kata Ismed, di ruang BK, Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/11).
Ismed mengatakan, oknum DPR tersebut meminta gula untuk dibagikan-bagikan ke daerah pemilihan. Menurutnya, nama anggota dewan tersebut sudah diserahkannya kepada Badan Kehormatan (BK) DPR, hari ini.
Ismed juga membantah pernah menyebut angka Rp1 miliar sebagai upeti kepada anggota dewan agar anggaran proyek BUMN segera cair. Ditegaskannya, selama dia menjabat, tak akan ada pihak mana pun yang bisa mendapat kucuran uang dari perusahaan pelat merah ini.
"Soal inisial dan nama, ada di BK. Modusnya kan tadi sudah saya katakan, dalam rangka gula sembako," ucapnya lagi.
Ismed kembali menegaskan, dirinya sudah menyampaikan kepada BK soal modus permintaan DPR terhadap perusahaannya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




