Usman: Suatu Saat Bisa Masuk Parpol

Jumat, 18 Juni 2010 | 19:05 WIB
AT
B
Penulis: Agus Triyono | Editor: B1

Keputusan Usman Hamid menolak bergabung dalam jajaran pengurus Partai Demokrat bukan merupakan pilihan abadi, dan bukan mustahil suatu hari dia akan bergabung dengan partai politik.

Pernyataan itu disampaikan Koordinator Kontras, Usman Hamid, yang kemarin menyatakan menolak bergabung dalam kepengurusan baru Partai Demokrat 2010-2015, di Kantor Kontras, Jakarta, sore ini.
 
"Saya kira seperti apa yang tertuang dalam lirik lagu Peterpan, tidak ada yang abadi," kata Usman.
 
Dia mengakui, partai politik memberi peran besar yang bisa dimanfaatkan sebagai sebuah ruang dan wadah untuk memperjuangkan kebajikan dan nilai, termasuk memperjuangkan HAM.
 
Namun untuk  saat ini pilihan di luar partai adalah yang terbaik bagi dirinya.
 
"Saya kira itu lebih menenteramkan bagi orang yang saya dampingi di Kontras dan semuanya," katanya.
 
Alasan itu pula yang dikemukakannya kepada Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.
 
Dalam pandangan Anas, sambung Usman, ajakan kepadanya sebagai bentuk pembagian tugas agar perpolitikan Indonesia menjadi lebih sehat.
 
Dengan demikian, kekhawatiran terjadinya penumpukan kekuasaan yang besar dalam struktur kekuasaan negara dan pelemahan struktur masyarakat sipil bisa dihindari.
 
Usman membantah penolakannya, disebabkan oleh penolakan dari sesama aktivis hak azasi manusia.
 
Sebaliknya sebagian besar dari mereka mendukung untuk menerima tawaran Anas itu.
 
Dalam pandangan Usman, Anas memiliki visi dan integritas dalam memimpin Partai Demokrat.
 
Keterbukaannya mengajak aktivis seperti dirinya merupakan suatu terobosan yang sangat berarti dalam kehidupan politik partai yang biasanya dikuasai oligarki.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon