Besar, Potensi Kebocoran Gas Propylene di Kapal Norgas

Sabtu, 10 November 2012 | 19:29 WIB
MN
B
Pemilik tanker mengaku siap memberi jaminan dengan alasan memuat bahan berbahaya.

Dugaan potensi kebocoran dari zat berbahaya yang ada dalam muatan kapal tanker Norgas Cathinka tampaknya bukan isapan jempol belaka. Berdasarkan keterangan dari siaran pers yang dikirimkan pihak pemilik kapal itu, Norgas Carriers Pte Ltd, kondisi semakin mengkhawatirkan karena potensi kebocoran gas semakin kuat.

Dalam inspeksi rutin kapal Norgas Cathinka yang ditahan oleh PN Serang menyusul tabrakan dengan KMP Bahuga Jaya di Selat Sunda pada 26 September 2012, awak kapal mencium bau gas dan menemukan kebocoran pada katup pengaman CT 2C yang berada di sisi kanan kapal.

Untungnya disebutkan, dalam situasi sulit tersebut, awak kapal bersiap dengan perlengkapan pemadam api mengatasi kebocoran itu. Kebocoran tersebut akhirnya berhasil diamankan dengan menyisipkan flens (penguat) pada katup pengaman.

Menurut Charles Freeman, juru bicara Norgas Carriers Pte Ltd, pihaknya sangat khawatir dengan dampak serius pada keselamatan akibat dioperasikannya peralatan pengendali muatan propylene melebihi waktu yang diperbolehkan berdasarkan ketentuan perawatan.

"Kami telah melaporkan masalah ini kepada pusat kendali Pelabuhan Merak dan Administrasi Pelayaran, dan tentang bahaya yang dapat terjadi akibat kebocoran katup pengaman. Juga tentang perlunya mengosongkan katup tersebut demi keselamatan dan kesehatan," kata Charles, dalam keterangan pers, yang diterima di Jakarta, hari ini.

"Saat ini, dengan hanya satu katup pengaman yang berfungsi, kapal dipaksa mengabaikan ketentuan keselamatan berdasarkan ketentuan IGC Code, yaitu menggunakan dua katup pengaman. Hal ini mengandung risiko serius terhadap keselamatan," kata Charles pula.

Sebelumnya, pemilik tanker itu sudah meminta pemerintah untuk melepas kapal tanker mereka yang ditahan tersebut, bahkan mereka mengaku siap memberi jaminan. Sebab dikatakan, Norgas Cathinka membawa muatan 3.045 metrik ton propylene, yaitu bahan yang sangat mudah terbakar dan meledak.

Menurut keterangan perusahaan tersebut, sifat gas propylene yang mudah terbakar, memiliki risiko keamanan yang serius seandainya tidak mendapatkan penanganan sesuai prosedur yang benar.

Diketahui, propylene adalah gas cair yang memiliki sifat tak stabil dan sangat mudah terbakar, sehingga penyimpanannya harus mengikuti prosedur ketat dengan suhu yang harus dijaga di bawah -45 derajat Celsius. Di atas batas suhu ini, propylene berpotensi menjadi tidak stabil.

Berdasarkan informasi dari pemilik kapal itu, katup pengaman dan kompresor kargo di kapal itu seharusnya mendapatkan overhaul berkala tanggal 14 Oktober 2012. Karena hal itu tidak mungkin dilakukan saat kapal berisi muatan, perangkat pengaman ini pun terus dipakai hingga melewati batas waktu seharusnya.

Kebutuhan overhaul menjadi lebih mendesak, karena kapal tersebut baru saja bertabrakan, sehingga terdapat potensi kerusakan sewaktu-waktu akibat terganggunya kestabilan dan kemampuan sistem pengaman muatan.

Yang jelas, bila kapal itu meledak, maka akan berbahaya juga bagi penduduk sekitar. Untuk diketahui, kapal yang dalam status ditahan itu kini berjangkar di dekat Pelabuhan Merak yang ramai dan dekat dengan kawasan permukiman dan industri.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon