Sebastian Gunawan Terinspirasi Dewi Yunani
Selasa, 13 November 2012 | 01:01 WIB
Sebastian Gunawan bekerjasama dengan Yayasan Jantung Indonesia menyuguhkan peragaan bertajuk Portrait of A Muse
Untuk kali kedua, Sebastian bekerjasama dengan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) dalam penyelenggaraan pagelaran busana di Jakarta Fashion Week (JFW).
Sebagai bagian dalam kampanye Go Red For Women, Senin malam (12/11), keduanya menyuguhkan peragaan bertajuk Portrait of A Muse.
Sebastian dengan labelnya, Sebastian's (Sebastian Red), menyuguhkan koleksi-koleksi cocktail dress dan gaun-gaun malam panjang yang terinspirasi kefeminitasan dan keanggunan dewi Yunani.
Sang desainer, Sebastian dan istrinya, Cristina Panarese, terlihat banyak menggunakan teknik yang menjadi salah satu keunggulannya, yakni membuat draping atau menjuntai kain dengan teknik sedemikian rupa hingga terlihat indah.
Warna-warna pastel, kecokelatan, emas, biru, hingga hitam menjadi palet warna dalam koleksi Sebastian pada malam penutupan JFW, Senin (12/11) di Plaza Senayan, Jakarta.
Koleksi-koleksi feminin, seperti empire-wait sdress yang sudah menjadi ciri pakaian dewi-dewi Yunani hingga koleksi gaun mini dengan peplum, dan tambahan outerwear seperti bolero manis menjadi suguhan koleksi.
Kilau kristal di skitar dada di sebagian koleksi terlihat mempercantik gaun dari bahan flowy. Mempertegas kontras antara keeleganan dan ketangguhan batu kristal tersebut. Paduan klasik dan gaya desain khas Sebastian kental terlihat dalam koleksi malam itu.
Acara yang sempat diganti jadwal akibat insiden tenda tersebut digelar untuk meningkatkan kewaspadaan akan bahaya penyakit jantung yang kian mengintai perempuan-perempuan di usia produktif.
Untuk kali kedua, Sebastian bekerjasama dengan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) dalam penyelenggaraan pagelaran busana di Jakarta Fashion Week (JFW).
Sebagai bagian dalam kampanye Go Red For Women, Senin malam (12/11), keduanya menyuguhkan peragaan bertajuk Portrait of A Muse.
Sebastian dengan labelnya, Sebastian's (Sebastian Red), menyuguhkan koleksi-koleksi cocktail dress dan gaun-gaun malam panjang yang terinspirasi kefeminitasan dan keanggunan dewi Yunani.
Sang desainer, Sebastian dan istrinya, Cristina Panarese, terlihat banyak menggunakan teknik yang menjadi salah satu keunggulannya, yakni membuat draping atau menjuntai kain dengan teknik sedemikian rupa hingga terlihat indah.
Warna-warna pastel, kecokelatan, emas, biru, hingga hitam menjadi palet warna dalam koleksi Sebastian pada malam penutupan JFW, Senin (12/11) di Plaza Senayan, Jakarta.
Koleksi-koleksi feminin, seperti empire-wait sdress yang sudah menjadi ciri pakaian dewi-dewi Yunani hingga koleksi gaun mini dengan peplum, dan tambahan outerwear seperti bolero manis menjadi suguhan koleksi.
Kilau kristal di skitar dada di sebagian koleksi terlihat mempercantik gaun dari bahan flowy. Mempertegas kontras antara keeleganan dan ketangguhan batu kristal tersebut. Paduan klasik dan gaya desain khas Sebastian kental terlihat dalam koleksi malam itu.
Acara yang sempat diganti jadwal akibat insiden tenda tersebut digelar untuk meningkatkan kewaspadaan akan bahaya penyakit jantung yang kian mengintai perempuan-perempuan di usia produktif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




