Apel Cinta Seribu Tukang Becak Raih Rekor MURI

Rabu, 14 November 2012 | 12:15 WIB
QS
FB
Penulis: Qonita Salsabila | Editor: FMB
Apel Cinta 1000 tukang becak di Yogyakarta.
Apel Cinta 1000 tukang becak di Yogyakarta. (Istimewa)
"Hanya di Yogyakarta becak masih banyak dan dilestarikan, sementara di daerah lain becak banyak dimusnahkan."

Jika dalam sebuah upacara yang melibatkan masyarakat banyak disebut dengan apel akbar, namun warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki istilah lain, yakni apel cinta.

Para pesertanya sekitar seribu pengemudi becak yang berkumpul di alun-alun utara keraton Yogyakarta, Selasa (13/11). Pihak Korlantas Polri dan pemerintah daerah sengaja mengumpulkan masyarakat penarik becak untuk diberikan sosialiasi tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Becak dipandang perlu untuk menaati peraturan lalu lintas, lantaran di Yogyakarta, jumlahnya lebih banyak daripada di daerah lain.

"Saya berharap masyarakat di sini dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan membudayakan keselamatan sebagai kebutuhan," ujar Kakorlantas, Irjen Pudji Hartanto yang disambut dengan anggukan para pengemudi becak.

Dalam Apel Cinta tersebut, hadir pula Gubernur DIY, Wagub DIY, Kapolda DIY dan pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI). Mereka menjadi saksi betapa antusiasnya para pengemudi becak untuk menjalankan pesan Kakorlantas.

Dalam acara yang bertema Apel Cinta Keselamatan Berlalu Lintas tersebut dibacakan pula tentang sejarah becak di Yogyakarta.

"Hanya di sini (Yogyakarta) becak masih banyak dan dilestarikan, sementara di daerah lain becak banyak dimusnahkan," ujar Brigadir Jenderal Polisi Sabar Raharjo, Kapolda DIY dalam sambutannya.

Menurut Kapolda DIY, dalam catatan jumlah kecelakaan, di Yogyakarta, becak termasuk kategori kendaraan dengan zero accident.

"Artinya tidak pernah terjadi kecelakaan," ujar Sabar yang diamini Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Sementara itu perhelatan yang berlangsung meriah tersebut tercatat dalam rekor MURI sebagai Apel Besar Sedaerah DIY dalam rangka sosialisasi pelopor keselamatan berlalu lintas.

Para peserta kemudian disuguhkan hiburan berupa gelaran tari kolosal oleh seniman Didik Nini Towok.

"Menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, bisa dimulai dari diri sendiri," ujar Pudji usai acara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon