Gubernur Jateng: Pengedar Narkoba Di "Dor" Saja

Rabu, 14 November 2012 | 17:38 WIB
DS
B
Penulis: Didit Sidarta | Editor: B1
Bibit Waluyo, Gubernur Jawa Tengah
Bibit Waluyo, Gubernur Jawa Tengah (facebook)
"Di dor, jangan grasi, grasi, grasi."

Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, menilai cara efektif untuk menanggulangi peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang adalah dengan menembak mati pengedar atau pengguna barang berbahaya tersebut.

"Di dor saja, pengedar atau penggunanya," kata Bibit di Semarang, hari ini.

Menurut Bibit, cara tersebut dinilai cukup efektif untuk menghilangkan dampak negatif terhadap masyarakat. Terlebih lagi, banyak pengguna atau pengedar yang setelah menyelesaikan masa hukumannya justru menjadi bandar narkoba.

"Di dor, jangan grasi, grasi, grasi," katanya.

Disebutnya lebih baik seribu pengguna atau pengedar narkoba yang mati, daripada jutaan masyarakat terancam dampak negatif barang berbahaya tersebut di kemudian hari. Sebab jika seseorang telah kecanduan narkoba, akan sangat sulit menyembuhkannya.

Bibit juga menyayangkan banyaknya selebriti yang berurusan dengan hukum karena narkoba.

"Sudah populer, tertangkap karena narkoba, menyesal, bebas, kemudian masih menggunakan lagi. Kurang apa mereka ini," kata Bibit.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon