Atlet Desak Pengurus Baru PBSI Segera Dilantik
Kamis, 15 November 2012 | 18:01 WIB
Tuntutan dari Icuk Sugiarto ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia membuat pelantikan pengurus baru PB PBSI harus tertunda.
Terpilihnya kepengurusan baru Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia periode 2012-2016 tidak lantas berarti kabinet bisa langsung bekerja.
Pasalnya, kabinet baru PBSI di bawah kepemimpinan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan harus menghadapi tuntutan mantan kandidat ketua umum lainnya, Icuk Sugiarto.
Mantan pemain nasional ini melayangkan gugatan hasil musyawarah nasional PBSI yang berlangsung di Yogyakarta, September lalu, ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI). BAORI pun menyarankan agar pelantikan pengurus PBSI baru ditunda lebih dulu hingga sidang selesai.
Namun, hal ini justru memberi efek kurang baik terhadap para atlet nasional yang dibina di pemusatan latihan nasional bulutangkis di Cipayung, Jakarta.
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii dan Meiliana Jauhari menilai hal ini mengganggu program latihan dan jadwal turnamen yang sudah mulai padat awal tahun depan, dimana dua seri Superseries di Korea dan Malaysia siap digelar.
“Jadwal turnamen tahun depan sudah padat, sementara program belum ada. Kami inginnya pengurus PBSI segera dilantik,” ujar Greysia saat jumpa wartawan di Senayan City, hari ini, Kamis (15/11).
Sementara itu, Meiliana lebih memilih untuk fokus berlatih sebagai tugas utama seorang atlet.
“Saya ingin menyelesaikan program yang sudah disusun pelatih hingga akhir tahun,” tambah Meiliana.
Gugatan Icuk sendiri berawal ketika dia menemukan adanya kejanggalan dalam proses pemilihan ketua umum sebagai agenda utama Munas. Menurutnya dalam setiap pemilihan ketua umum ada pemaparan visi dan misi tiap kandidat.
Namun kenyataannya, jadwal pemilihan dimajukan tanpa dia ketahui. Saat pimpinan sidang menganggap aklamasi pemilihan, dia juga melihat sebenarnya ada juga pemilik suara yang tidak setuju namun tidak diperhatikan dan diabaikan.
Terpilihnya kepengurusan baru Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia periode 2012-2016 tidak lantas berarti kabinet bisa langsung bekerja.
Pasalnya, kabinet baru PBSI di bawah kepemimpinan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan harus menghadapi tuntutan mantan kandidat ketua umum lainnya, Icuk Sugiarto.
Mantan pemain nasional ini melayangkan gugatan hasil musyawarah nasional PBSI yang berlangsung di Yogyakarta, September lalu, ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI). BAORI pun menyarankan agar pelantikan pengurus PBSI baru ditunda lebih dulu hingga sidang selesai.
Namun, hal ini justru memberi efek kurang baik terhadap para atlet nasional yang dibina di pemusatan latihan nasional bulutangkis di Cipayung, Jakarta.
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii dan Meiliana Jauhari menilai hal ini mengganggu program latihan dan jadwal turnamen yang sudah mulai padat awal tahun depan, dimana dua seri Superseries di Korea dan Malaysia siap digelar.
“Jadwal turnamen tahun depan sudah padat, sementara program belum ada. Kami inginnya pengurus PBSI segera dilantik,” ujar Greysia saat jumpa wartawan di Senayan City, hari ini, Kamis (15/11).
Sementara itu, Meiliana lebih memilih untuk fokus berlatih sebagai tugas utama seorang atlet.
“Saya ingin menyelesaikan program yang sudah disusun pelatih hingga akhir tahun,” tambah Meiliana.
Gugatan Icuk sendiri berawal ketika dia menemukan adanya kejanggalan dalam proses pemilihan ketua umum sebagai agenda utama Munas. Menurutnya dalam setiap pemilihan ketua umum ada pemaparan visi dan misi tiap kandidat.
Namun kenyataannya, jadwal pemilihan dimajukan tanpa dia ketahui. Saat pimpinan sidang menganggap aklamasi pemilihan, dia juga melihat sebenarnya ada juga pemilik suara yang tidak setuju namun tidak diperhatikan dan diabaikan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




