Tahanan Tunisia Mogok Makan Masal; Dua Tewas, Tiga Kritis

Minggu, 18 November 2012 | 00:08 WIB
DS
B
Penulis: Dwi Setyo | Editor: B1
Ilustrasi: Seorang anggota Salafi yang berdemo di depan kedutaan besar AS di Tunis, Tunisia
Ilustrasi: Seorang anggota Salafi yang berdemo di depan kedutaan besar AS di Tunis, Tunisia (al-monitor.com)
Mereka bagian dari ratusan demonstran yang ditangkap setelah kedutaan AS di Tunis diserang.

Tiga dari 56 tahanan Tunisia yang melakukan mogok makan dilaporkan berada dalam kondisi kritis. "Jumlah yang mogok makan mencapai 56 orang," kata seorang pejabat Kementrian Kehakiman Tunisia, Sabtu (17/11) hari ini, "tiga di antaranya kritis."

Puluhan tahanan ini merupakan bagian dari ratusan demonstran yang ditangkap setelah kedutaan besar Amerika Serikat di Tunis, diserang pada 14 September lalu.  

Pekan ini, dua orang tahanan yang mogok makan, telah tewas. Mereka adalah Mohamed Bakhti, salah satu tokoh senior dalam Gerakan Salafi Tunisia, yang dikenal dekat dengan Abu Iyad -- orang yang dituduh sebagai otak penyerangan kedutaan AS, yang kini masih buron. 

Bakhti tewas pada Sabtu (17/11) dini hari tadi, sedangkan satu korban lain, yaitu Bechir Gholli, tewas pada Kamis (15/11). Bakhti dan Gholli melakukan mogok makan sejak akhir September 2012, beberapa hari setelah mereka ditangkap.

Para tahanan, termasuk Bakhti dan Gholli, menyatakan tak terlibat dalam penyerangan 14 September. Mereka mengaku tidak bersalah, dan memprotes kondisi penjara yang sangat buruk.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon