BKKBN: Lelaki di Lampung Pilih Kondom Ketimbang Vasektomi

Minggu, 18 November 2012 | 09:20 WIB
AI
B
Penulis: Antara/Ririn Indriani | Editor: B1
Ilustrasi.
Ilustrasi. (Tcu360)
Belum tercapainya vasektomi sesuai target lantaran metode tersebut masih dianggap haram.

86,49 persen kaum lelaki di Kabupaten Waykanan, Lampung, lebih berminat menggunakan alat kontrasepsi kondom daripada vasektomi yang hanya 9,60 persen.

Demikian yang dikemukakan oleh Kepala Badan Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Waykanan, Edwin Rusli, Minggu (18/11).
 
Kontrak Kerja Pemerintah (KKP) penggunaan kondom sebagai salah satu upaya menekan laju pertumbuhan penduduk di daerah ini, pada tahun 2012, yang ditargetkan sebanyak 4.250 orang pengguna, tetapi dalam kenyataannya, lanjut dia, baru tercapai 3.676 pengguna.

KKP tertinggi penggunaan kondom itu sendiri, menurut Edwin, berasal dari Kecamatan Blambanganumpu yakni 895 orang pengguna, tetapi baru tercapai sebanyak 502 orang pengguna atau 56,09 persen.

"Ketercapaian tertinggi berada di Kecamatan Waytuba, dengan KKP 100 pengguna dan telah tercapai sebanyak 596 orang pengguna," ujar Edwin pula.

Di Kecamatan Bahuga, ujar dia lagi, ketercapaian penggunaan kondom juga tinggi, dari 17 sasaran telah tercapai 120 orang pengguna.

"Sasaran yang belum tercapai adalah di Kecamatan Kasui, dari KKP 403 pengguna baru tercapai 197 orang pengguna, kemudian di Kecamatan Banjit juga masih belum tercapai, dari 304 sasaran baru tercapai 45 orang pengguna, dan di Kecamatan Baradatu dari 355 KKP yang tercapai sebanyak 94 orang pengguna," kata Edwin lagi

Perihal ketercapaian vasektomi yang masih jauh dari harapan, karena masih adanya pemahaman beragam mengenai program vasektomi. Misalnya, masih menganggap vasektomi itu haram.

"Faktor tersebut yang membuat target MOP sebanyak 125 peserta baru terealisasi 12 peserta," imbuhnya.

Edwin mengajak masyarakat untuk mengikuti program Keluarga Berencana, guna menekan laju pertumbuhan penduduk, mengatur kehamilan dan kelahiran, serta mendorong adanya perencanaan keluarga yang bertanggungjawab dan terjamin kesejahteraannya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon