1.300 Kios Pasar Ikan Higienis Kendari Habis Diamuk Api
Senin, 19 November 2012 | 10:41 WIB
Konstruksi bangunan yang sebagian semi permanen dengan atap seng serta atap terpal plastik itu membuat api cepat menjalar.
Sekitar 730 pedagang yang menghuni Pasar Ikan Higienis di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, kehilangan kios karena terbakar. Kebakaran yang melanda sekitar pukul 05.30 Wita itu habis melahap 1.300 unit kios.
Pantauan di lokasi, konstruksi bangunan yang sebagian semi permanen dengan menggunakan atap seng serta atap terpal plastik itu membuat api cepat menjalar. Pasar Ikan Higienis semi permanen itu ditempati sementara waktu oleh ratusan pedagang karena Pasar Sentral Modern Kendari sedang dalam tahap pembangunan.
"Kami harapkan pemerintah Kota Kendari sigap menangani pedagang korban kebakaran agar permasalahan tidak meluas," kata anggota DPRD Kota Kendari Chulafau Rasyidin saat memantau lokasi kebakaran, pagi tadi.
Chulafau menambahkan pemerintah daerah harus segera mencari solusi penempatan pedagang korban kebakaran karena aktivitas mereka sebagai pedagang tidak boleh terhenti.
"Pegawai negeri sipil (PNS) atau pejabat boleh tidak masuk kantor tetapi gaji jalan terus. Sebaliknya, kalau pedagang tutup kios atau tidak berjualan dipastikan tidak ada pemasukan. Ini yang harus dipahami oleh pemerintah maupun DPRD," tutur pria yang sebelum menjadi anggota DPR itu juga berprofesi sebagai pedagang.
Kerugian pedagang maupun pemerintah dari musibah kebakaran yang belum diketahui dengan pasti. Namun, ditaksir mencapai miliaran rupiah. Salah satu pedagang korban kebakaran Kainuddin (56) mengaku dirinya sendiri saja mengalami kerugian hingga ratusan juta.
Sekitar 730 pedagang yang menghuni Pasar Ikan Higienis di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, kehilangan kios karena terbakar. Kebakaran yang melanda sekitar pukul 05.30 Wita itu habis melahap 1.300 unit kios.
Pantauan di lokasi, konstruksi bangunan yang sebagian semi permanen dengan menggunakan atap seng serta atap terpal plastik itu membuat api cepat menjalar. Pasar Ikan Higienis semi permanen itu ditempati sementara waktu oleh ratusan pedagang karena Pasar Sentral Modern Kendari sedang dalam tahap pembangunan.
"Kami harapkan pemerintah Kota Kendari sigap menangani pedagang korban kebakaran agar permasalahan tidak meluas," kata anggota DPRD Kota Kendari Chulafau Rasyidin saat memantau lokasi kebakaran, pagi tadi.
Chulafau menambahkan pemerintah daerah harus segera mencari solusi penempatan pedagang korban kebakaran karena aktivitas mereka sebagai pedagang tidak boleh terhenti.
"Pegawai negeri sipil (PNS) atau pejabat boleh tidak masuk kantor tetapi gaji jalan terus. Sebaliknya, kalau pedagang tutup kios atau tidak berjualan dipastikan tidak ada pemasukan. Ini yang harus dipahami oleh pemerintah maupun DPRD," tutur pria yang sebelum menjadi anggota DPR itu juga berprofesi sebagai pedagang.
Kerugian pedagang maupun pemerintah dari musibah kebakaran yang belum diketahui dengan pasti. Namun, ditaksir mencapai miliaran rupiah. Salah satu pedagang korban kebakaran Kainuddin (56) mengaku dirinya sendiri saja mengalami kerugian hingga ratusan juta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




