Gunung Botak Ambon Kembali Makan Nyawa Manusia
Senin, 19 November 2012 | 17:22 WIB
Gunung Botak merupakan kawasan tambang emas ini menghasilkan 2,5 ton emas per hari.
Kilau emas membuat manusia jadi gelap mata. Di tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, Ambon, bentrokan kembali terjadi antar penambang liar yang umumnya pendatang pada Minggu (18/11) dini hari sekitar pukul 01.00.
Akibatnya dua orang meninggal. Yaitu Narawi, 22, dan Natape, 24. Dua orang lagi mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit di Ambon akibat terkena senjata tajam.
"Pelaku masih dalam penyelidikan dan saat ini lokasi diamankan aparat Polda dari unsur Brimob dan Polres. Perselisihan dipicu soal rebutan rejeki di antara mereka," kata Karo Penmas Polri Brigjen Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Senin (19/11).
Pada Juli lalu bentrok juga terjadi disana dan membuat empat orang kehilangan nyawa. Empat orang yang meninggal dunia itu terdiri dari satu warga dari Kecamatan Ambalaw, Pulau Buru, satu warga adat, satu warga asal Tasikmalaya, dan satu warga asal Manado.
Gunung Botak adalah gunung emas. Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (Asperi) merinci tambang emas ini menghasilkan 2,5 ton emas per hari dari 50 ribu unit tromol (alat produksi emas) yang beroperasi di sana.
Menurut Ketua Asperi, Andy Ridwan, usaha pertambangan emas Gunung Botak, sejak periode Januari hingga sekarang, telah menghasilkan Rp. 365 triliun. Tak heran ribuan orang datang membanjir menjadi pemburu emas.
Hingga kini Dinas dan Kependudukan Kabupaten Buru sudah mengeluarkan sekitar 5.000 lebih surat keterangan domisili sementara kepada warga pendatang yang masuk di kabupaten tersebut yang hendak mencari emas di Gunung Botak. Namun di sisi lain, emas seolah jadi kutukan di Gunung Botak.
Kilau emas membuat manusia jadi gelap mata. Di tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, Ambon, bentrokan kembali terjadi antar penambang liar yang umumnya pendatang pada Minggu (18/11) dini hari sekitar pukul 01.00.
Akibatnya dua orang meninggal. Yaitu Narawi, 22, dan Natape, 24. Dua orang lagi mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit di Ambon akibat terkena senjata tajam.
"Pelaku masih dalam penyelidikan dan saat ini lokasi diamankan aparat Polda dari unsur Brimob dan Polres. Perselisihan dipicu soal rebutan rejeki di antara mereka," kata Karo Penmas Polri Brigjen Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Senin (19/11).
Pada Juli lalu bentrok juga terjadi disana dan membuat empat orang kehilangan nyawa. Empat orang yang meninggal dunia itu terdiri dari satu warga dari Kecamatan Ambalaw, Pulau Buru, satu warga adat, satu warga asal Tasikmalaya, dan satu warga asal Manado.
Gunung Botak adalah gunung emas. Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (Asperi) merinci tambang emas ini menghasilkan 2,5 ton emas per hari dari 50 ribu unit tromol (alat produksi emas) yang beroperasi di sana.
Menurut Ketua Asperi, Andy Ridwan, usaha pertambangan emas Gunung Botak, sejak periode Januari hingga sekarang, telah menghasilkan Rp. 365 triliun. Tak heran ribuan orang datang membanjir menjadi pemburu emas.
Hingga kini Dinas dan Kependudukan Kabupaten Buru sudah mengeluarkan sekitar 5.000 lebih surat keterangan domisili sementara kepada warga pendatang yang masuk di kabupaten tersebut yang hendak mencari emas di Gunung Botak. Namun di sisi lain, emas seolah jadi kutukan di Gunung Botak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




