Soal Rekening Vaksin Flu Burung, Panja akan Panggil Menkeu
Rabu, 21 November 2012 | 19:45 WIB
Penggunaan anggaran di rekening 999 penting karena akan menjadi pintu menguak kejanggalan.
Panja Vaksin Flu Burung akan memanggil Menteri Keuangan Agus Martowardojo untuk mengklarifikasi penggunaan sejumlah rekening 'tak jelas' dalam proyek pabrik vaksin flu burung.
"Saya meminta panja memanggil Menteri Keuangan agar dapat menjelaskan kenapa rekening 999 yang harusnya untuk bencana kok digunakan untuk membangunan pabrik," kata anggota Panja Proyek Pembangunan Pabrik Vaksin Flu Burung, Poempida Hidayattuloh di Komisi IX DPR yang menggelar rapat perdana di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/11).
Dalam rapat itu, hadir Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama.
Poempida mengatakan, penggunaan anggaran di rekening 999 penting karena akan menjadi pintu menguak kejanggalan proyek yang dimenangkan perusahaan milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin itu.
Menurut Poempida, proyek itu rentan menjadi wahana kongkalikong anggaran, apalagi dilaksanakan menjelang Pemilu 2009 lalu. "Sangat mungkin ada penyimpangan seperti yang ditemukan KPK," ujarnya.
Proyek dengan total nilai Rp2,4 triliun itu dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan. Saat itu, Kemenkes masih dipimpin oleh Siti Fadillah Supari.
Awalnya, poyek tersebut akan didanai melalui hibah. Namun karena proposal hibah gagal, akhirnya proyek dibiayai negara, lewat dana di rekening 999. Kementerian Keuangan saat itu dipimpin oleh Sri Mulyani Indrawati.
Sama seperti proyek Hambalang, proyek pembangunan pabrik yang dimulai tahun 2008 melalui pola multiyears alias tahun jamak, hingga kini belum selesai.
Tender proyek flu burung juga 'diatur' sedemikian rupa demi memenangkan rekanan tertentu. Hal itu termuat dalam hasil audit investigasi BPK.
Panja Vaksin Flu Burung akan memanggil Menteri Keuangan Agus Martowardojo untuk mengklarifikasi penggunaan sejumlah rekening 'tak jelas' dalam proyek pabrik vaksin flu burung.
"Saya meminta panja memanggil Menteri Keuangan agar dapat menjelaskan kenapa rekening 999 yang harusnya untuk bencana kok digunakan untuk membangunan pabrik," kata anggota Panja Proyek Pembangunan Pabrik Vaksin Flu Burung, Poempida Hidayattuloh di Komisi IX DPR yang menggelar rapat perdana di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/11).
Dalam rapat itu, hadir Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama.
Poempida mengatakan, penggunaan anggaran di rekening 999 penting karena akan menjadi pintu menguak kejanggalan proyek yang dimenangkan perusahaan milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin itu.
Menurut Poempida, proyek itu rentan menjadi wahana kongkalikong anggaran, apalagi dilaksanakan menjelang Pemilu 2009 lalu. "Sangat mungkin ada penyimpangan seperti yang ditemukan KPK," ujarnya.
Proyek dengan total nilai Rp2,4 triliun itu dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan. Saat itu, Kemenkes masih dipimpin oleh Siti Fadillah Supari.
Awalnya, poyek tersebut akan didanai melalui hibah. Namun karena proposal hibah gagal, akhirnya proyek dibiayai negara, lewat dana di rekening 999. Kementerian Keuangan saat itu dipimpin oleh Sri Mulyani Indrawati.
Sama seperti proyek Hambalang, proyek pembangunan pabrik yang dimulai tahun 2008 melalui pola multiyears alias tahun jamak, hingga kini belum selesai.
Tender proyek flu burung juga 'diatur' sedemikian rupa demi memenangkan rekanan tertentu. Hal itu termuat dalam hasil audit investigasi BPK.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




