Polisi China Tangkap 90 Orang Penculik Anak
Kamis, 22 November 2012 | 15:06 WIB
Anak-anak ini diculik untuk dijadikan pencopet dan pencuri.
Polisi telah menangkap 90 orang anggota geng yang diduga menjadi penculik anak di seluruh China, dan membebaskan 28 anak yang diculik dari bagian barat negara itu, dan telah dibawa ke berbagai kota untuk disuruh mencuri, demikian pemberitaan dari China Daily.
“Para tersangka anggota geng ini telah memukul, melukai, dan mengancam anak-anak kecil ini untuk memaksa mereka melakukan pencurian dan pencopetan di tempat-tempat umum,” kata juru bicara Kementerian Keamanan Publik, Huang Shihai.
Menurutnya, lokasi keberadaan anak-anak ini dari pusat perbelanjaan hingga di bawah jalan layang dan stasiun-stasiun kereta.
Pihak petugas pemerintah melakukan operasi penangkapan pada bulan lalu di Beijing dan berbagai provinsi di seluruh negeri, sebagai bagian dari kampanye yang diluncurkan pada April tahun lalu yang telah menangkap 2700 tersangka dan menyelamatkan 2300 anak.
Geng ini sering menargetkan anak-anak kecil di daerah Xinjiang tempat etnis minoritas Uighur berbicara dengan bahasa yang berbeda, membuat para polisi sulit melakukan investigas, kata pakar investigasi kriminal.
Para pedagang manusia ini juga sering menargetkan anak-anak miskin yang harus keluar dari sekolah, menjanjikan mereka jalan menuju kemakmuran di kota-kota lain, demikian menurut penerjemah Uighur, Ablikim, yang membantu penyelidikan polisi.
Namun begitu anak-anak ini tiba, mereka dipaksa untuk mengemis atau mencopet. “Penculikan anak telah menjadi industri yang menguntungkan. “Setiap anak harus membawa sejumlah uang atau bos mereka akan memukul,” kata Ablikim.
Polisi telah menangkap 90 orang anggota geng yang diduga menjadi penculik anak di seluruh China, dan membebaskan 28 anak yang diculik dari bagian barat negara itu, dan telah dibawa ke berbagai kota untuk disuruh mencuri, demikian pemberitaan dari China Daily.
“Para tersangka anggota geng ini telah memukul, melukai, dan mengancam anak-anak kecil ini untuk memaksa mereka melakukan pencurian dan pencopetan di tempat-tempat umum,” kata juru bicara Kementerian Keamanan Publik, Huang Shihai.
Menurutnya, lokasi keberadaan anak-anak ini dari pusat perbelanjaan hingga di bawah jalan layang dan stasiun-stasiun kereta.
Pihak petugas pemerintah melakukan operasi penangkapan pada bulan lalu di Beijing dan berbagai provinsi di seluruh negeri, sebagai bagian dari kampanye yang diluncurkan pada April tahun lalu yang telah menangkap 2700 tersangka dan menyelamatkan 2300 anak.
Geng ini sering menargetkan anak-anak kecil di daerah Xinjiang tempat etnis minoritas Uighur berbicara dengan bahasa yang berbeda, membuat para polisi sulit melakukan investigas, kata pakar investigasi kriminal.
Para pedagang manusia ini juga sering menargetkan anak-anak miskin yang harus keluar dari sekolah, menjanjikan mereka jalan menuju kemakmuran di kota-kota lain, demikian menurut penerjemah Uighur, Ablikim, yang membantu penyelidikan polisi.
Namun begitu anak-anak ini tiba, mereka dipaksa untuk mengemis atau mencopet. “Penculikan anak telah menjadi industri yang menguntungkan. “Setiap anak harus membawa sejumlah uang atau bos mereka akan memukul,” kata Ablikim.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




