Pemprov Sumsel Siapkan Rp 9 Miliar untuk Bebaskan Lahan Kolam Retensi
Jumat, 23 November 2012 | 19:10 WIB
Rencana ini telah masuk dalam master plan rancangan pembangunan di Provinsi Sumsel sejak beberapa tahun lalu.
Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengusulkan angggaran senilai Rp9 miliar dari APBD 2013, guna membebaskan lahan seluas 5 hektar untuk kolam retensi di lokasi simpang empat Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Jalan Tanjung Api-api (TAA).
Kolam retensi yang akan dibangun tersebut merupakan salah satu upaya untuk menampung air, sehingga nantinya dapat mengantisipasi banjir di Palembang.
Basyaruddin Akhmad, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Bappeda Provinsi Sumsel mengungkapkan, rencana ini telah masuk dalam master plan rancangan pembangunan di Provinsi Sumsel beberapa tahun lalu, dengan menggandeng Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU), melalui Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII (BBWS).
Dia menjelaskan, Kota Palembang sebagai ibukota provinsi, kondisinya saat ini semakin padat dan pesat pembangunannya beberapa tahun belakangan, baik dalam hal permukiman penduduk maupun bangunan ruko.
"Kondisi ini harus diimbangi dengan daerah penyerapan air yang lebih luas, guna menampung air dari beberapa wilayah di seputaran daerah tersebut," ungkapnya, Jumat (23/11).
Basyaruddin mengakui, beberapa tahun belakangan, hampir semua daerah di Kota Palembang kerap mengalami banjir.
Banjir pun semakin tinggi akibat kurangnya kolam retensi di Palembang. Oleh sebab itu katanya, pihaknya pun berupaya menganggarkan dana senilai Rp9 miliar itu untuk pembebasan lahan membuat kolam retensi.
"Kami optimistis rencana tersebut dapat terealisasi, asalkan memang ada dukungan dari seluruh masyarakat di Sumsel," paparnya.
Dikatakan Basyaruddin pula, Gubernur Sumsel Alex Noerdin pun sangat mendukung program tersebut, terlebih karena tujuannya adalah guna membebaskan Kota Palembang dari banjir. Dia pun disebut akan berupaya memperjuangkan ke Kementerian PU, agar kolam retensi tersebut dapat dibangun segera.
Abdul Muis, Kepala Bidang Program dan Perencanaan Umum BBWS VIII menambahkan, pihaknya siap membantu merealisasikan pembangunan kolam retensi tersebut. Asalkan menurut dia, pembebasan lahan seluas 5 hektare yang telah direncanakan oleh Pemprov Sumsel itu segera terealisasi. Pihaknya sendiri menurutnya juga menganggarkan dana senilai Rp8 miliar untuk membangun retensi tersebut, yang berasal dari APBN.
"Ya, sekarang kami tinggal menunggu kesiapan provinsi saja. Jika pembebasan lahan tersebut tuntas pada 2013, setidaknya pembangunan bisa dilaksanakan.
Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengusulkan angggaran senilai Rp9 miliar dari APBD 2013, guna membebaskan lahan seluas 5 hektar untuk kolam retensi di lokasi simpang empat Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Jalan Tanjung Api-api (TAA).
Kolam retensi yang akan dibangun tersebut merupakan salah satu upaya untuk menampung air, sehingga nantinya dapat mengantisipasi banjir di Palembang.
Basyaruddin Akhmad, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Bappeda Provinsi Sumsel mengungkapkan, rencana ini telah masuk dalam master plan rancangan pembangunan di Provinsi Sumsel beberapa tahun lalu, dengan menggandeng Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU), melalui Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII (BBWS).
Dia menjelaskan, Kota Palembang sebagai ibukota provinsi, kondisinya saat ini semakin padat dan pesat pembangunannya beberapa tahun belakangan, baik dalam hal permukiman penduduk maupun bangunan ruko.
"Kondisi ini harus diimbangi dengan daerah penyerapan air yang lebih luas, guna menampung air dari beberapa wilayah di seputaran daerah tersebut," ungkapnya, Jumat (23/11).
Basyaruddin mengakui, beberapa tahun belakangan, hampir semua daerah di Kota Palembang kerap mengalami banjir.
Banjir pun semakin tinggi akibat kurangnya kolam retensi di Palembang. Oleh sebab itu katanya, pihaknya pun berupaya menganggarkan dana senilai Rp9 miliar itu untuk pembebasan lahan membuat kolam retensi.
"Kami optimistis rencana tersebut dapat terealisasi, asalkan memang ada dukungan dari seluruh masyarakat di Sumsel," paparnya.
Dikatakan Basyaruddin pula, Gubernur Sumsel Alex Noerdin pun sangat mendukung program tersebut, terlebih karena tujuannya adalah guna membebaskan Kota Palembang dari banjir. Dia pun disebut akan berupaya memperjuangkan ke Kementerian PU, agar kolam retensi tersebut dapat dibangun segera.
Abdul Muis, Kepala Bidang Program dan Perencanaan Umum BBWS VIII menambahkan, pihaknya siap membantu merealisasikan pembangunan kolam retensi tersebut. Asalkan menurut dia, pembebasan lahan seluas 5 hektare yang telah direncanakan oleh Pemprov Sumsel itu segera terealisasi. Pihaknya sendiri menurutnya juga menganggarkan dana senilai Rp8 miliar untuk membangun retensi tersebut, yang berasal dari APBN.
"Ya, sekarang kami tinggal menunggu kesiapan provinsi saja. Jika pembebasan lahan tersebut tuntas pada 2013, setidaknya pembangunan bisa dilaksanakan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




