Lagi, Pilkada Putaran Dua Kota Bengkulu Diundur
Sabtu, 24 November 2012 | 12:38 WIB
Terbatasnya dana pilkada disinyalir menjadi pemicu penundaan tersebut.
Pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, putaran kedua kembali diundur menjadi tahun depan. Semula akan digelar pada 22 Desember 2012 namun diubah menjadi sekitar Februari 2012.
Terbatasnya dana pilkada disinyalir menjadi pemicu penundaan tersebut.
"Besar kemungkinan pilkada Bengkulu putaran kedua akan diundur dari semula 22 Desember 2012 menjadi awal Februari tahun depan. Namun, kepastian pilkada akan dibicarakan lagi antara pemkot dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat sebagai lembaga penyelenggaran pemilu," ujar Wali Kota Bengkulu, Sumardi, di Bengkulu, Sabtu (24/11).
Sumardi mengatakan, ada sejumlah faktor pemicu pilkada Bengkulu putaran kedua diundur seperti berdekatan dengan Hari Raya Natal, sehingga dikhawatirkan masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya alias golput.
Alasan lainnya, kekurangan dana pilkada putaran kedua sampai sekarang belum tuntas meski Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sudah menyetujui agar dana kekurangan itu dapat dipinjam dari anggaran pos lain dan penggantinya akan dimasukkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013. Dengan demikian, belum ada jaminan kekurangan dana pilkada dapat diatasi pada awal Desember mendatang.
Saat ini dana pilkada putaran kedua masih kekurangan sebesar Rp750 juta dari kebutuhan Rp4,3 miliar.
Selain itu, jika pilkada di gelar 22 Desember, dikhawatirkan masyarakat sudah jenuh karena baru mencoblos, sehingga banyak warga Bengkulu tidak menggunakan hak pilihnya. Alasan terakhir, curah hujan di Bengkulu sampai Desember masih tinggi sehingga potensi akan terjadi banjir.
"Kalau banyak kelurahan di Bengkulu terandam banjir pada saat pilkada, dipastikan masyarakat tidak akan datang ke TPS untuk menyalurkan hak politiknya. Akibatnya, angka golput membengkak dari putaran pertama," ujarnya.
Namun, yang paling dikhawatirkan adalah perkiraan NASA pada bulan Desember bumi akan terjadi gelap. "Kalau bumi gelap gulita bagaimana masyarakat mau keluar rumah untuk datang ke TPS pada pilkada," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Ketua KPU Kota Bengkulu, Salahudin Yahya, yang menyatakan kemungkinan pilkada putaran kedua baru bisa dilaksanakan Februari 2013, karena kekurangan dana sebesar Rp750 juta belum teratasi dan beberapa alasan lainnya yang rasional.
Namun, hal ini belum final karena masih akan dibahas dengan pihak terkait, seperti Pemkot Bengkulu, DPRD dan pihak lainnya.
Pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, putaran kedua kembali diundur menjadi tahun depan. Semula akan digelar pada 22 Desember 2012 namun diubah menjadi sekitar Februari 2012.
Terbatasnya dana pilkada disinyalir menjadi pemicu penundaan tersebut.
"Besar kemungkinan pilkada Bengkulu putaran kedua akan diundur dari semula 22 Desember 2012 menjadi awal Februari tahun depan. Namun, kepastian pilkada akan dibicarakan lagi antara pemkot dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat sebagai lembaga penyelenggaran pemilu," ujar Wali Kota Bengkulu, Sumardi, di Bengkulu, Sabtu (24/11).
Sumardi mengatakan, ada sejumlah faktor pemicu pilkada Bengkulu putaran kedua diundur seperti berdekatan dengan Hari Raya Natal, sehingga dikhawatirkan masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya alias golput.
Alasan lainnya, kekurangan dana pilkada putaran kedua sampai sekarang belum tuntas meski Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sudah menyetujui agar dana kekurangan itu dapat dipinjam dari anggaran pos lain dan penggantinya akan dimasukkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013. Dengan demikian, belum ada jaminan kekurangan dana pilkada dapat diatasi pada awal Desember mendatang.
Saat ini dana pilkada putaran kedua masih kekurangan sebesar Rp750 juta dari kebutuhan Rp4,3 miliar.
Selain itu, jika pilkada di gelar 22 Desember, dikhawatirkan masyarakat sudah jenuh karena baru mencoblos, sehingga banyak warga Bengkulu tidak menggunakan hak pilihnya. Alasan terakhir, curah hujan di Bengkulu sampai Desember masih tinggi sehingga potensi akan terjadi banjir.
"Kalau banyak kelurahan di Bengkulu terandam banjir pada saat pilkada, dipastikan masyarakat tidak akan datang ke TPS untuk menyalurkan hak politiknya. Akibatnya, angka golput membengkak dari putaran pertama," ujarnya.
Namun, yang paling dikhawatirkan adalah perkiraan NASA pada bulan Desember bumi akan terjadi gelap. "Kalau bumi gelap gulita bagaimana masyarakat mau keluar rumah untuk datang ke TPS pada pilkada," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Ketua KPU Kota Bengkulu, Salahudin Yahya, yang menyatakan kemungkinan pilkada putaran kedua baru bisa dilaksanakan Februari 2013, karena kekurangan dana sebesar Rp750 juta belum teratasi dan beberapa alasan lainnya yang rasional.
Namun, hal ini belum final karena masih akan dibahas dengan pihak terkait, seperti Pemkot Bengkulu, DPRD dan pihak lainnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




