600 Guru Ikuti Kegiatan PECP 2012
Sabtu, 24 November 2012 | 17:54 WIB
"Sejumlah negara lain telah lebih dahulu menerapkan konsep media pembelajaran berbasis ICT."
Sebagai ajang kreativitas dan inovasi pembelajaran berbasis ICT (Information and Community Technology) bagi sekolah dasar dan menengah, sekitar 600 orang guru dengan antusias mengikuti kegiatan PesonaEdu Challenge and Partnership (PECP) 2012 yang mengangkat tema "The Future of E-Learning, Building Solution in ICT for Education" di Aula Gedung D, Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta, hari ini.
Rangkaian kegiatan PECP 2012 yang diselenggarakan lewat kerjasama PesonaEdu dengan Indosat serta didukung oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) ini, diikuti oleh total peserta sebanyak 5000 orang guru dari 20 Provinsi di seluruh Indonesia, dan diadakan di 7 kota besar yaitu, Denpasar, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Medan, Surabaya dan Jakarta.
"Kegiatan PECP 2012 diselenggarakan dalam berbagai bentuk, antara lain lomba guru mengajar tingkat nasional, seminar dan talkshow serta PesonaEdu Science Festival, yang melibatkan ribuan sekolah, guru, siswa dan orang tua di seluruh Indonesia," kata Bambang Juwono, Founder and Managing Director PT Pesona Edukasi Group.
Lebih lanjut Bambang mengatakan, PECP 2012 merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan serta meningkatkan mutu dan kreativitas guru dalam mengajar sehingga terjadi percepatan standarisasi pendidikan lewat penggunaan ICT sebagai salah satu media pembelajaran di sekolah.
"Lewat kegiatan ini, kami berharap bisa membantu para guru untuk mahir mengajar menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi yang sedemikian pesat mengubah sistem konvensional," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama Gatot Hari Priowirjanto, Direktur SEAMOLEC (Organisasi Kementerian Pendidikan Se Asia) mengatakan, penggunaan alat bantu pembelajaran berbasis ICT sangat berguna untuk memudahkan guru dalam mengajar dan memotivasi siswa untuk senang belajar.
"Sejumlah negara lain telah lebih dahulu menerapkan konsep media pembelajaran berbasis ICT, sehingga menghasilkan kondisi interaktif dalam kelas. Hal ini membuat guru dan siswa cepat memahami konsep dan lebih berprestasi," tambah dia.
Oleh karena itu, lanjut dia, setiap sekolah dasar dan menengah di Indonesia semestinya menerapkan konsep pembelajaran interaktif agar kemampuan para siswa juga ikut meningkat sehingga dihasilkan lulusan dengan kualitas yang lebih baik.
"Dengan semakin ketatnya persaingan global, kualitas pendidikan di Indonesia juga harus terus ditingkatkan dengan mengikuti perkembangan yang ada, supaya lulusannya bisa sejajar dengan negara lain," pungkasnya.
Sebagai ajang kreativitas dan inovasi pembelajaran berbasis ICT (Information and Community Technology) bagi sekolah dasar dan menengah, sekitar 600 orang guru dengan antusias mengikuti kegiatan PesonaEdu Challenge and Partnership (PECP) 2012 yang mengangkat tema "The Future of E-Learning, Building Solution in ICT for Education" di Aula Gedung D, Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta, hari ini.
Rangkaian kegiatan PECP 2012 yang diselenggarakan lewat kerjasama PesonaEdu dengan Indosat serta didukung oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) ini, diikuti oleh total peserta sebanyak 5000 orang guru dari 20 Provinsi di seluruh Indonesia, dan diadakan di 7 kota besar yaitu, Denpasar, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Medan, Surabaya dan Jakarta.
"Kegiatan PECP 2012 diselenggarakan dalam berbagai bentuk, antara lain lomba guru mengajar tingkat nasional, seminar dan talkshow serta PesonaEdu Science Festival, yang melibatkan ribuan sekolah, guru, siswa dan orang tua di seluruh Indonesia," kata Bambang Juwono, Founder and Managing Director PT Pesona Edukasi Group.
Lebih lanjut Bambang mengatakan, PECP 2012 merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan serta meningkatkan mutu dan kreativitas guru dalam mengajar sehingga terjadi percepatan standarisasi pendidikan lewat penggunaan ICT sebagai salah satu media pembelajaran di sekolah.
"Lewat kegiatan ini, kami berharap bisa membantu para guru untuk mahir mengajar menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi yang sedemikian pesat mengubah sistem konvensional," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama Gatot Hari Priowirjanto, Direktur SEAMOLEC (Organisasi Kementerian Pendidikan Se Asia) mengatakan, penggunaan alat bantu pembelajaran berbasis ICT sangat berguna untuk memudahkan guru dalam mengajar dan memotivasi siswa untuk senang belajar.
"Sejumlah negara lain telah lebih dahulu menerapkan konsep media pembelajaran berbasis ICT, sehingga menghasilkan kondisi interaktif dalam kelas. Hal ini membuat guru dan siswa cepat memahami konsep dan lebih berprestasi," tambah dia.
Oleh karena itu, lanjut dia, setiap sekolah dasar dan menengah di Indonesia semestinya menerapkan konsep pembelajaran interaktif agar kemampuan para siswa juga ikut meningkat sehingga dihasilkan lulusan dengan kualitas yang lebih baik.
"Dengan semakin ketatnya persaingan global, kualitas pendidikan di Indonesia juga harus terus ditingkatkan dengan mengikuti perkembangan yang ada, supaya lulusannya bisa sejajar dengan negara lain," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




