Kepala Desa dan Seorang Warga Ditemukan Tewas Akibat Banjir

Senin, 26 November 2012 | 18:03 WIB
SH
B
Banjir di Cilacap
Banjir di Cilacap (Beritasatu TV)
Dua korban klotok yang terbalik akhir pekan kemarin kini sudah ditemukan menjadi mayat dan satu lagi terus dalam usaha pencarian

PALANGKA RAYA. Banjir Sungai Barito terus meluap tinggi dan kini sudah memakan korban. Siswara, Kepala Desa (Kades) Teluk Timbau, Kecamatan Dusun Hilir, dan seorang warganya, Arbain, pagi tadi ditemukan menjadi mayat setelah perahu mesin (klolotok) yang mereka gunakan terbalik.

Warga Teluk Timbau bernama Samijan juga masih hilang dan terus dilakukan pencarian secara intensif oleh warga lainnya.

Kapolres Barsel melalui Kepsek Dusun Hilir, IPTU Made Gede Oka ketika dikonfirmasi, Senin (26/11) membenarkan dua korban klotok yang terbalik akhir pekan kemarin kini sudah ditemukan menjadi mayat dan satu lagi terus dalam usaha pencarian.

Kronologisnya, Sabtu (24/11) pagi, Kades Teluk Timbau, Siswara, didampingi dua orang warganya berangkat bekerja membersih tanah kebun menggunakan klotok. Sore hari saat mereka pulang, sungai Barito meluap tinggi dan arus air sangat deras. Di tengah perjalanan tiba-tiba turun hujan lebat diikuti petir dan guntur.

Hujan mulai reda saat larut malam, namun tiba-tiba warga desa gempar mengetahui Kades dan dua orang warga belum datang dari bekerja membersih kebun. Sementara korban tidak ada membawa perlengkapan makan sedikitpun.

Upaya pencarian oleh banyak warga malam itu juga langsung dilakukan dan dilanjutkan sepanjang hari sampai malam, Minggu (25/11), tapi tidak membuahkan hasil.

Senin (26/11) pagi dilanjutkan pencarian, Kades dan seorang anak buahnya ditemukan menjadi mayat dan seorang lagi dan klotok digunakan masih hilang.

Gatot (43), warga Kota Buntok, ibukota Kabupaten Barsel kepada SP mengatakan, kini warga Buntok yang bermukim di bagian rendah, tepatnya dipinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito terpaksa harus mengungsi ke tempat keluarga dan lapangan luas di tempat lebih tinggi yang tidak terjangkau terjangan banjir.

Banjir melanda daerah ini memang sudah diperhitungkan. Selain hujan lebat terus menerus siang dan malam, dalam beberapa hari sebelumnya juga telah diketahui informasi sungai Barito bagian hulu di wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut) airnya sudah meluap tinggi.

Banjir kiriman ini diantisipasi oleh warga melanda wilayah Kabupaten Barsel. Sebagian rumah panggung yang agak tinggi membuat panggung tambahan di dalam rumah sebagai tempat bertahan.

Meskipun sudah dilakukan antisipasi secara dini oleh warga, namun ratusan hektar sawah yang kini baru dilakukan penanaman padi dan kebun sayur-sayuran sudah dapat dipastikan rusak tidak mungkin diselamatkan lagi.

Selain itu, hewan ternak warga yang bermukim di desa-desa menghadap langsung sungai Barito juga banyak mati tidak bisa diselamatkan. Warga masih banyak yang suka bermukim menghadap sungai di daerah aliran sungai (DAS) Barito. Hanya sebagian kecil yang sudah berpindah membuat rumah berada di kiri–kanan jalan darat.

Akibatnya, ketika terjadi banjir semacam ini ribuan warga kini menghadapi kesulitan akibat banjir.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon