ANALISIS
Siapa Membelikan Baju Presiden?
Jumat, 8 Oktober 2010 | 05:31 WIBAkan lebih baik, bila SBY dan juga orang-orang di sekitarnya menjelaskan, anggaran dengan kode 00033 itu sebetulnya untuk apa dan siapa?
Gara-gara soal baju, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi berang. Kata dia, tidak selembar baju miliknya yang dibeli dari uang yang dianggarkan oleh negara, apalagi dengan jumlah mencapai Rp 893 juta per tahun. Itu adalah pernyataan keras SBY yang pertama tentang bajunya.
Pangkal persoalannya adalah temuan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran atau Fitra. Bulan silam, lembaga kajian anggaran itu mengeluarkan pernyataan, dari total anggaran Rp 203,8 miliar untuk Istana Presiden yang tercantum di APBN 2010, sebagian di antaranya merupakan anggaran pengadaan pakaian dinas presiden ke luar negeri. Angkanya, mencapai Rp 893 juta. Ada juga untuk anggaran untuk perabotan kepresiden sebesar Rp 42 miliar.
Selain SBY yang membantah belakangan, orang-orang di lingkungan di Istana sudah lebih dulu membuat klarifikasi soal baju Pak Presiden itu. Antara lain, pernyataan yang dikeluarkan oleh Asisiten Staf Khusus Presiden, Akuat Supriyanto.
Dia menjelaskan anggaran di lingkungan Rumah Tangga Kepresidenan yang terakumulasi untuk pengadaan 1.420 stel pakaian adalah sebesar Rp. 1,446 miliar. Dari jumlah itu, tak satupun ada pos anggaran untuk pembelian baju SBY sebagai presiden. Untuk pembelian perabotan Istana dan Kantor Kepresidenan, jumlahnya terakumulasi sekitar Rp. 883 juta.
Lalu kata Akuat, "Data-data yang dilansir Fitra tidak pernah diverifikasi kebenarannya." Itu karena Fitra, tidak memberikan rujukan mengenai kode-kode anggaran baju presiden berikut rincian jumlahnya.
Soalnya sekarang, benarkah Fitra tidak memerinci temuannya itu?
Menurut Koordinator Advokasi dan Investigasi Fitra, Uchok Sky Khadafi, data yang dikeluarkan Fitra berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Sekretariat Negara. Dari sanalah kemudian diketahui, ada anggaran untuk pakaian presiden, wakil presiden, menteri, ketua lembaga, dan pejabat negara sebesar Rp 893,561 juta. Untuk pengadaan baju presiden kode rekeningnya adalah 00033.
Dari titik ini, sebetulnya bisa dikatakan Fitra tidak sekadar mengumbar data. Justru yang menjadi tanda tanya, mengapa SBY dan orang-orang di sekitarnya begitu reaktif membantah soal anggaran bajunya itu, dan bahkan terkesan berlebihan?
Kalau memang benar tidak ada anggaran atau ada anggaran tapi tidak dipergunakan untuk membeli pakaian dinas presiden, lantas untuk apa selama ini anggaran itu dialokasikan? Bukankah juga belum pernah terdengar kabar, anggaran baju dinas kepresidenan dikembalikan?
Apabila anggaran itu memang dialihkan, dialihkan untuk keperluan apa? Dan kalau benar dialihkan, tidakkah hal itu justru melanggar prinsip tertib anggaran?
Atau, kalau tidak menggunakan anggaran negara, lantas uang siapa yang digunakan untuk keperluan membeli baju dinas presiden? Misalnya, apakah baju-baju dinas kepresidenan ditanggung pihak ketiga? Dan bila benar ada pihak ketiga yang ikut membiayai pakaian presiden, tidakkah lalu berarti presiden telah menerima gratifikasi dan tidak pernah dilaporkan?
Benar, bantahan SBY dan orang-orang di sekitarnya memang bisa memunculkan banyak tanda tanya. Dalam beberapa hal, pernyataan SBY yang mengaku tidak menggunakan anggaran negara untuk membeli selembar pakaian bahkan terasa sebagai sesuatu yang berlebih-lebihan, sekali pun misalnya ditujukan untuk pencitraan. Mendiang Soeharto, dulu juga pernah sesumbar dirinya tidak memiliki kekayaan sepeser pun.
Maka tentu akan lebih baik, bila SBY dan juga orang-orang di sekitarnya menjelaskan, anggaran dengan kode 00033 itu sebetulnya untuk apa dan siapa saja. Karena meski disebut untuk pakaian dinas presiden, bukan tidak mungkin yang dimaksud "presiden" bukanlah individu SBY melainkan presiden sebagai kelembagaan
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




