Dipo Alam Percaya Diri SBY Bukan Sindir Dirinya

Rabu, 28 November 2012 | 21:16 WIB
AC
B
Penulis: Arientha Primanita/ Wisnu CIpto | Editor: B1
Sekretaris Kabinet Dipo Alam (FOTO: Setkab.go.id)
Sekretaris Kabinet Dipo Alam (FOTO: Setkab.go.id) (setkab.go.id)
Dipo Alam mengklaim anggaran yang diterima Seskab kecil dan dirinya telah menyelesaikan tugas-tugasnya.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam merasa pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta jajaran Kabinetnya untuk fokus menyelesaikan tugas pokok pemerintahan tidak ditujukan kepadanya. Dipo mengklaim anggaran yang diterima Seskab kecil dan dirinya telah menyelesaikan tugas-tugasnya.

”Kalau memang (ditujukan) kepada saya, saya terima juga. Dalam arti saya tidak merasa. Anggaran kita kecil, pekerjaan kita sudah banyak yang selesai,” kata Dipo, kepada wartawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/11).

Namun, Dipo mengatakan jika memang pernyataan SBY ditujukan kepada kementeriannya, dia akan menerimanya sebagai koreksi. ”Ada (kementerian) yang lain saya kira. Saya tidak merasa, saya sih mengerti apa yang dimaksud presiden,” tuturnya.

Pada Sidang Kabinet Paripurna kemarin, SBY mengatakan dirinya memberikan apresiasi kepada menteri yang memiliki inisiatif yang membawa kebaikan. Namun, ia meminta  meminta semuanya dilakukan jika pekerjaan utama menteri di kementerian telah diselesaikan.

Menurut Kepala Negara, jangan sampai inisiatif tersebut mengabaikan tujuan APBN, Rencana Kerja Pemerintah, dan program aksi kementerian.

”Saya acungi jempol, tapi setelah tugas dan kewajiban pokok kita jalankan. Jangan saudara melakukan sesuatu yang dipikiran sendiri, barangkali bagus di situ, tapi mengganggu keseluruhan pencapaian tugas dan sasaran,” kata SBY, kemarin.

Secara terpisah Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan maksud dari pernyataan SBY adalah untuk mengingatkan menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu II untuk tetap pada komitmennya menjalankan tugas hingga masa bakti berakhir tahun 2014.

SBY meminta menteri-menterinya baik yang berasal dari partai politik atau non partisan untuk tidak memprioritaskan tugas lain di luar tugas pemerintahan.

”Agenda politik tidak harus diprioritaskan bila ada hal lain yang lebih besar, yakni kepentingan nasional yang ditujukan untuk rakyat,” kata Julian.

Mengutip SBY, Julian mengatakan etika politiknya adalah My loyalty to my party ends where my loyalty to my country begins. Rencana Kerja Pemerintah (RKP) haruslah dijalankan dan menjadi fokus karena merupakan amanah dan tanggung jawab.

“Kesuksesan pemerintahan bukan kesuksesan Presiden SBY semata, namun kesuksesan  kabinet bersama rakyat Indonesia. Berhubung masih bersama dalam kabinet KIB II, etisnya tidak perlu ada agenda sendiri, di luar kebijakan Presiden,” tandas Julian.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon