Polri: Kapolda Papua Bukan Dihadang, Tapi Menyerang
Kamis, 29 November 2012 | 15:51 WIB
Kontak senjata di Papua itu melibatkan 90 personel anggota Polri dan satu peleton TNI.
Polri membenarkan jika Kapolda Papua Irjen Tito Karnavian bersama rombongan, terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata di Distrik Pirime, Kabupaten Lany Jaya, Papua, pada Rabu (28/11) sore waktu setempat. Namun, diklaim rombongan Kapolda itu bukan dihadang, tetapi melakukan penyerangan.
"Jadi, keesokan harinya (Rabu), dalam upaya melanjutkan investigasi, Kapolda bersama tim dan Satgas TNI, berada di sana. Saat di Kampung Indawa, mereka melihat ada sekitar 40 sampai 50 orang memegang senjata api, sekitar pukul 17.00 sore," kata Karo Penmas Polri, Brigjen Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Kamis (29/11).
Melihat kondisi itu, lanjut Boy, tim berupaya melakukan pengejaran, untuk melakukan penegakan hukum terkait senjata api yang mereka bawa. "Dalam upaya menjangkau kelompok itulah, mereka membalas dengan tembakan, dan tim melakukan pertahanan dan upaya melumpuhkan, sehingga terjadi kontak senjata," bebernya.
Boy mengatakan, peristiwa ini berlangsung sekitar dua jam, sampai kelompok itu terdesak dan lari ke pegunungan. Petugas lantas tidak lagi melakukan pengejaran, dengan pertimbangan suasana yang semakin gelap dan kelompok itu lebih menguasai medan.
Tim lalu memutuskan melanjutkan perjalanan ke Tiom, ibukota Kabupaten Lany Jaya. Semua anggota tim dalam keadaan sehat dan tidak ada yang mengkhawatirkan. Saat ini, Tito yang juga pernah menjabat sebagai Kadensus 88/Antiteror Polri, juga sudah kembali ke Jayapura.
"Jadi, tidak ada peristiwa penghadangan ya. Tapi, tim kita yang terdiri dari 90 personel anggota Polri dan satu peleton TNI yang menggunakan beberapa kendaraan, melihat kelompok bersenjata itu hingga berjarak sekitar 100 meter, dan terjadilah kontak tembak," lanjutnya.
Boy sama sekali tak mau menyebut jika kelompok bersenjata itu adalah Organisasi Papua Merdeka (OPM). "Upaya identifikasi pelaku terus dilakukan. Hasil deteksi sudah kita ketahui. Cuma, kami tidak bisa sampaikan ini kelompok siapa," tandas dia.
Diberitakan sebelumnya, Polsek Pirime diserang kelompok bersenjata pada Selasa (27/11), sekitar pukul 05.00 WIT. Saat itu ada 4 personil, di mana tiga orang tewas, yakni Kapolseknya Ipda Rolfi Takubesi dan dua anggotanya atas nama Brigadir Jefri Rumkorem dan Brigadir Daniel Makuker.
Kapolsek tewas dengan mengalami luka bakar serius dan tembak. Begitu pula nasib kedua anggotanya. Para pelaku, di samping menyerang menggunakan senjata api, juga membakar Mapolsek.
Sementara itu, Wakapolda Papua Brigjen Paulus Waterpauw mengatakan jika menurut penilaiannya, tindakan para pelaku sudah bisa disebut sebagai aksi terorisme.
"Menurut pendapat saya, siapa pun pelakunya itu, jika berhasil kita tangkap, akan kita kenakan UU Penanggulangan Aksi Terorisme, karena tindakan mereka menyebarkan teror," kata Paulus yang merupakan putra asli Papua ini.
Polri membenarkan jika Kapolda Papua Irjen Tito Karnavian bersama rombongan, terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata di Distrik Pirime, Kabupaten Lany Jaya, Papua, pada Rabu (28/11) sore waktu setempat. Namun, diklaim rombongan Kapolda itu bukan dihadang, tetapi melakukan penyerangan.
"Jadi, keesokan harinya (Rabu), dalam upaya melanjutkan investigasi, Kapolda bersama tim dan Satgas TNI, berada di sana. Saat di Kampung Indawa, mereka melihat ada sekitar 40 sampai 50 orang memegang senjata api, sekitar pukul 17.00 sore," kata Karo Penmas Polri, Brigjen Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Kamis (29/11).
Melihat kondisi itu, lanjut Boy, tim berupaya melakukan pengejaran, untuk melakukan penegakan hukum terkait senjata api yang mereka bawa. "Dalam upaya menjangkau kelompok itulah, mereka membalas dengan tembakan, dan tim melakukan pertahanan dan upaya melumpuhkan, sehingga terjadi kontak senjata," bebernya.
Boy mengatakan, peristiwa ini berlangsung sekitar dua jam, sampai kelompok itu terdesak dan lari ke pegunungan. Petugas lantas tidak lagi melakukan pengejaran, dengan pertimbangan suasana yang semakin gelap dan kelompok itu lebih menguasai medan.
Tim lalu memutuskan melanjutkan perjalanan ke Tiom, ibukota Kabupaten Lany Jaya. Semua anggota tim dalam keadaan sehat dan tidak ada yang mengkhawatirkan. Saat ini, Tito yang juga pernah menjabat sebagai Kadensus 88/Antiteror Polri, juga sudah kembali ke Jayapura.
"Jadi, tidak ada peristiwa penghadangan ya. Tapi, tim kita yang terdiri dari 90 personel anggota Polri dan satu peleton TNI yang menggunakan beberapa kendaraan, melihat kelompok bersenjata itu hingga berjarak sekitar 100 meter, dan terjadilah kontak tembak," lanjutnya.
Boy sama sekali tak mau menyebut jika kelompok bersenjata itu adalah Organisasi Papua Merdeka (OPM). "Upaya identifikasi pelaku terus dilakukan. Hasil deteksi sudah kita ketahui. Cuma, kami tidak bisa sampaikan ini kelompok siapa," tandas dia.
Diberitakan sebelumnya, Polsek Pirime diserang kelompok bersenjata pada Selasa (27/11), sekitar pukul 05.00 WIT. Saat itu ada 4 personil, di mana tiga orang tewas, yakni Kapolseknya Ipda Rolfi Takubesi dan dua anggotanya atas nama Brigadir Jefri Rumkorem dan Brigadir Daniel Makuker.
Kapolsek tewas dengan mengalami luka bakar serius dan tembak. Begitu pula nasib kedua anggotanya. Para pelaku, di samping menyerang menggunakan senjata api, juga membakar Mapolsek.
Sementara itu, Wakapolda Papua Brigjen Paulus Waterpauw mengatakan jika menurut penilaiannya, tindakan para pelaku sudah bisa disebut sebagai aksi terorisme.
"Menurut pendapat saya, siapa pun pelakunya itu, jika berhasil kita tangkap, akan kita kenakan UU Penanggulangan Aksi Terorisme, karena tindakan mereka menyebarkan teror," kata Paulus yang merupakan putra asli Papua ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




