Rieke 'Oneng' Pitaloka Janji Menjaga Pasar Tradisional
Kamis, 29 November 2012 | 19:14 WIB
Rieke berjanji menjaga dan membenahi pasar tradisional dalam perbincangannya dengan pedagang kecil
Calon gubernur (cagub) Jawa Barat (Jabar), Rieke Diah Pitaloka, menyatakan akan menjaga keberadaan pasar tradisional di perbatasan Jabar-Jawa Tengah (Jateng), demi kehidupan masyarakat kecil.
Hal itu disampaikan Rieke dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (29/11), usai mengunjungi pasar di perbatasan antara Jabar dan Jateng, yakni di Pasar Langkat Lancar, Desa Bojong Kantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jabar.
Mengunjungi masyarakat setiap harinya, bisa dikatakan menjadi aktivitas rutin yang kini dijalani cagub Jabar perempuan satu-satunya tersebut. Bahkan mengunjungi kawasan kumuh, kotor dan becek sekali pun, Rieke tak canggung melakukannya bersama rakyat.
Di Pasar Langkat Lancar, Desa Bojong Kantong, misalnya, Rieke pun langsung menghampiri para pedagang unggas, tanpa sungkan ia memegang binatang satu per satu, serta berfoto bersama para pedagang tersebut. Para pedagang pun dengan antusias mendekat ke Oneng (sapaan populer Rieke lewat salah satu peran aktingnya), sebab kedatangan artis dan pejabat ke sana sangatlah jarang terjadi.
Di pasar tersebut, Rieke juga sempat melakukan aktivitas bersama-sama warga, seperti sarapan, serta membuka dialog bersama secara sederhana. Dengan kebersamaan tersebut, Rieke menyatakan bahwa jalinan antara pemerintah dan rakyatnya tak ada sekat.
"Keberadaan pasar tradisional harus dijaga, di tengah serbuan bentuk-bentuk pasar modern," kata Rieke pula.
"Ke depan, saya akan membuat jarak antara pejabat pemerintahan (dan rakyat) itu tidak ada sekat, karena kita melakukan pengabdian yang bertanggung jawab kepada Allah SWT, serta rakyat yang sudah memilih kita," ujarnya.
Setelah berkunjung ke beberapa kota di Jabar, Rieke menilai bahwa hampir semua problem pasar-pasar tradisional adalah becek, kotor, dan tak nyaman.
"Saya titip kepada wakil walikota yang ikut ke sini, agar memperhatikan (pasar) tradisional. Kata Pak Jokowi juga, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang terlebih dahulu memperbaiki pasar tradisional," imbuh Rieke.
Calon gubernur (cagub) Jawa Barat (Jabar), Rieke Diah Pitaloka, menyatakan akan menjaga keberadaan pasar tradisional di perbatasan Jabar-Jawa Tengah (Jateng), demi kehidupan masyarakat kecil.
Hal itu disampaikan Rieke dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (29/11), usai mengunjungi pasar di perbatasan antara Jabar dan Jateng, yakni di Pasar Langkat Lancar, Desa Bojong Kantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jabar.
Mengunjungi masyarakat setiap harinya, bisa dikatakan menjadi aktivitas rutin yang kini dijalani cagub Jabar perempuan satu-satunya tersebut. Bahkan mengunjungi kawasan kumuh, kotor dan becek sekali pun, Rieke tak canggung melakukannya bersama rakyat.
Di Pasar Langkat Lancar, Desa Bojong Kantong, misalnya, Rieke pun langsung menghampiri para pedagang unggas, tanpa sungkan ia memegang binatang satu per satu, serta berfoto bersama para pedagang tersebut. Para pedagang pun dengan antusias mendekat ke Oneng (sapaan populer Rieke lewat salah satu peran aktingnya), sebab kedatangan artis dan pejabat ke sana sangatlah jarang terjadi.
Di pasar tersebut, Rieke juga sempat melakukan aktivitas bersama-sama warga, seperti sarapan, serta membuka dialog bersama secara sederhana. Dengan kebersamaan tersebut, Rieke menyatakan bahwa jalinan antara pemerintah dan rakyatnya tak ada sekat.
"Keberadaan pasar tradisional harus dijaga, di tengah serbuan bentuk-bentuk pasar modern," kata Rieke pula.
"Ke depan, saya akan membuat jarak antara pejabat pemerintahan (dan rakyat) itu tidak ada sekat, karena kita melakukan pengabdian yang bertanggung jawab kepada Allah SWT, serta rakyat yang sudah memilih kita," ujarnya.
Setelah berkunjung ke beberapa kota di Jabar, Rieke menilai bahwa hampir semua problem pasar-pasar tradisional adalah becek, kotor, dan tak nyaman.
"Saya titip kepada wakil walikota yang ikut ke sini, agar memperhatikan (pasar) tradisional. Kata Pak Jokowi juga, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang terlebih dahulu memperbaiki pasar tradisional," imbuh Rieke.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




