Pemprov DKI dan BNP akan Berantas Narkoba di Kampung Ambon
Kamis, 29 November 2012 | 19:46 WIB
Target utama dalam tindakan pemberantasan narkoba di DKI Jakarta, akan dimulai di kawasan Kampung Ambon
Maraknya kasus narkoba di Kampung Ambon, Jakarta Barat, membuat Pemprov DKI bersama Badan Narkotika Provinsi (BNP) DKI Jakarta menargetkan pemberantasan narkoba di kawasan tersebut.
Berdasarkan data BNP DKI, peredaran narkoba di Jakarta sudah sangat memprihatinkan. Dari sekitar 10 juta penduduk Jakarta, tercatat sebanyak 7 persennya atau sekitar 500 ribu orang menjadi pecandu narkoba.
Kepala BNP DKI, Brigjen (Pol) Ali Johardi menegaskan, target utama dalam tindakan pemberantasan narkoba di DKI Jakarta, akan dimulai di kawasan Kampung Ambon. Kawasan tersebut sudah lama dikenal sebagai lokasi rawan peredaran narkoba yang merugikan pemuda tidak saja di sana, tapi juga di DKI Jakarta pada umumnya.
"Salah satu yang dibahas dalam pertemuan kami tadi adalah penanganan wilyah Kampung Ambon. Konsep penanganan akan dilakukan secara terpadu oleh Badan Nasional Nasional (BNN), BNP DKI dan Pemprov DKI," kata Ali, usai rapat dengan Wakil Gubernur (Wagub) Basuki Tjahaja Purnama, di Balaikota DKI, Jakarta, Kamis (29/11).
Tidak hanya penegakan hukum yang akan diterapkan secara ketat di kawasan tersebut, lanjut Ali, tetapi juga akan dilakukan sosialisasi pencegahan bahaya narkoba terhadap para pemuda di sana. Juga akan dilakukan pendampingan terhadap warga yang telah menjadi pengguna obat terlarang itu.
"Setelah rehabilitasi, maka yang harus kami lakukan adalah penyediaan lapangan kerja buat para eks-pengguna. Untuk itu, balai latihan kerja yang sudah ada di wilayah itu sejak tahun 2008, akan lebih kami efektifkan lagi, supaya menghasilkan sumber daya manusia yang bersih dan terampil," ujarnya.
Sementara, Wagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, membersihkan kota Jakarta dari penggunaan dan peredaran narkoba, merupakan salah satu misi dalam membangun Jakarta Baru. Untuk itu, dia mengaku mendukung sepenuhnya langkah BNP DKI dalam melakukan pemeriksaan narkoba di seluruh wilayah DKI Jakarta.
"Silakan lakukan pemeriksaan narkoba di seluruh wilayah DKI Jakarta. Saya juga mempersilakan BNP melakukan pemeriksaan narkoba kepada seluruh PNS DKI secara mendadak. Tidak usah diberitahu. Tidak usah memberikan surat segala untuk pemeriksaan. Lakukan saja mendadak," paparnya.
Bahkan, untuk memberikan contoh kepada para PNS DKI, Basuki mengajukan dirinya sendiri untuk diperiksa terkait penggunaan narkoba.
"Saya bersedia diperiksa terkait penggunaan narkoba secara mendadak. Saya mau kerja sama ini untuk menciptakan lingkungan kerja Pemprov DKI yang bebas dari narkoba," tegasnya.
Maraknya kasus narkoba di Kampung Ambon, Jakarta Barat, membuat Pemprov DKI bersama Badan Narkotika Provinsi (BNP) DKI Jakarta menargetkan pemberantasan narkoba di kawasan tersebut.
Berdasarkan data BNP DKI, peredaran narkoba di Jakarta sudah sangat memprihatinkan. Dari sekitar 10 juta penduduk Jakarta, tercatat sebanyak 7 persennya atau sekitar 500 ribu orang menjadi pecandu narkoba.
Kepala BNP DKI, Brigjen (Pol) Ali Johardi menegaskan, target utama dalam tindakan pemberantasan narkoba di DKI Jakarta, akan dimulai di kawasan Kampung Ambon. Kawasan tersebut sudah lama dikenal sebagai lokasi rawan peredaran narkoba yang merugikan pemuda tidak saja di sana, tapi juga di DKI Jakarta pada umumnya.
"Salah satu yang dibahas dalam pertemuan kami tadi adalah penanganan wilyah Kampung Ambon. Konsep penanganan akan dilakukan secara terpadu oleh Badan Nasional Nasional (BNN), BNP DKI dan Pemprov DKI," kata Ali, usai rapat dengan Wakil Gubernur (Wagub) Basuki Tjahaja Purnama, di Balaikota DKI, Jakarta, Kamis (29/11).
Tidak hanya penegakan hukum yang akan diterapkan secara ketat di kawasan tersebut, lanjut Ali, tetapi juga akan dilakukan sosialisasi pencegahan bahaya narkoba terhadap para pemuda di sana. Juga akan dilakukan pendampingan terhadap warga yang telah menjadi pengguna obat terlarang itu.
"Setelah rehabilitasi, maka yang harus kami lakukan adalah penyediaan lapangan kerja buat para eks-pengguna. Untuk itu, balai latihan kerja yang sudah ada di wilayah itu sejak tahun 2008, akan lebih kami efektifkan lagi, supaya menghasilkan sumber daya manusia yang bersih dan terampil," ujarnya.
Sementara, Wagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, membersihkan kota Jakarta dari penggunaan dan peredaran narkoba, merupakan salah satu misi dalam membangun Jakarta Baru. Untuk itu, dia mengaku mendukung sepenuhnya langkah BNP DKI dalam melakukan pemeriksaan narkoba di seluruh wilayah DKI Jakarta.
"Silakan lakukan pemeriksaan narkoba di seluruh wilayah DKI Jakarta. Saya juga mempersilakan BNP melakukan pemeriksaan narkoba kepada seluruh PNS DKI secara mendadak. Tidak usah diberitahu. Tidak usah memberikan surat segala untuk pemeriksaan. Lakukan saja mendadak," paparnya.
Bahkan, untuk memberikan contoh kepada para PNS DKI, Basuki mengajukan dirinya sendiri untuk diperiksa terkait penggunaan narkoba.
"Saya bersedia diperiksa terkait penggunaan narkoba secara mendadak. Saya mau kerja sama ini untuk menciptakan lingkungan kerja Pemprov DKI yang bebas dari narkoba," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




