FIFA Didesak Hukum Malaysia
Jumat, 30 November 2012 | 16:09 WIB
Beredar rekaman di YouTube yang menampilkan ulah para suporter Malaysia yang mengatai timnas Indonesia dengan kata-kata kasar.
Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) didesak mengambil tindakan pasca beredarnya video di YouTube menggambarkan suporter sepakbola Malaysia bertindak rasis.
"FIFA jelas-jelas melarang segala bentuk pelecehan rasial, agama, dan suku bangsa di setiap ajang kompetisi sepak bola internasional," kata Politisi Partai Gerindra, Edhi Prabowo, di Jakarta, Jumat (30/11).
Edhi Prabowo juga meminta FIFA melakukan penyelidikan komprehensif terhadap kasus itu dan menjatuhkan sanksi yang setimpal terhadap persatuan sepak bola Malaysia.
Dia mengaku dirinya merasa geram begitu menyaksikan rekaman di YouTube yang menampilkan ulah para suporter Malaysia yang mengatai timnas Indonesia dengan kata-kata kasar. Dia menegaskan masyarakat Malaysia perlu diajarkan adab berperilaku ketika menyaksikan kompetisi sepakbola modern.
"Pemerintah Malaysia dan pengurus organisasi sepakbola Malaysia berkewajiban membina warga negaranya agar tidak melanggar ketentuan FIFA tersebut, yang sejatinya bertujuan untuk memelihara sikap saling menghargai antarnegara," tutur dia
Ulah suporter Malaysia yang diduga terjadi dalam kompetisi AFF dinilai jelas-jelas telah mencederai ajang itu. Karenanya, dirinya mendesak agar panitia AFF memberikan sanksi tegas terhadap Timnas Malaysia atas ulah suporter mereka yang tidak beradab.
"Kami juga mendesak PSSI untuk mengajukan protes keras secara resmi kepada panitia AFF dan FIFA atas pelanggaran terhadap aturan penyelenggaraan kompetisi sepakbola internasional yang dilakukan Malaysia sebagai tuan rumah," ungkap dia.
Apabila hal ini tidak dianggap serius oleh AFF dan pemerintah Malaysia, Edhi Prabowo menekankan agar PSSI perlu mempertimbangkan untuk tidak bermain dalam laga 1 Desember melawan Malaysia. "Bila perlu mempertimbangkan untuk tidak hadir dalam ajang AFF selanjutnya bila penyelenggaraannya tidak profesional," tukasnya.
Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) didesak mengambil tindakan pasca beredarnya video di YouTube menggambarkan suporter sepakbola Malaysia bertindak rasis.
"FIFA jelas-jelas melarang segala bentuk pelecehan rasial, agama, dan suku bangsa di setiap ajang kompetisi sepak bola internasional," kata Politisi Partai Gerindra, Edhi Prabowo, di Jakarta, Jumat (30/11).
Edhi Prabowo juga meminta FIFA melakukan penyelidikan komprehensif terhadap kasus itu dan menjatuhkan sanksi yang setimpal terhadap persatuan sepak bola Malaysia.
Dia mengaku dirinya merasa geram begitu menyaksikan rekaman di YouTube yang menampilkan ulah para suporter Malaysia yang mengatai timnas Indonesia dengan kata-kata kasar. Dia menegaskan masyarakat Malaysia perlu diajarkan adab berperilaku ketika menyaksikan kompetisi sepakbola modern.
"Pemerintah Malaysia dan pengurus organisasi sepakbola Malaysia berkewajiban membina warga negaranya agar tidak melanggar ketentuan FIFA tersebut, yang sejatinya bertujuan untuk memelihara sikap saling menghargai antarnegara," tutur dia
Ulah suporter Malaysia yang diduga terjadi dalam kompetisi AFF dinilai jelas-jelas telah mencederai ajang itu. Karenanya, dirinya mendesak agar panitia AFF memberikan sanksi tegas terhadap Timnas Malaysia atas ulah suporter mereka yang tidak beradab.
"Kami juga mendesak PSSI untuk mengajukan protes keras secara resmi kepada panitia AFF dan FIFA atas pelanggaran terhadap aturan penyelenggaraan kompetisi sepakbola internasional yang dilakukan Malaysia sebagai tuan rumah," ungkap dia.
Apabila hal ini tidak dianggap serius oleh AFF dan pemerintah Malaysia, Edhi Prabowo menekankan agar PSSI perlu mempertimbangkan untuk tidak bermain dalam laga 1 Desember melawan Malaysia. "Bila perlu mempertimbangkan untuk tidak hadir dalam ajang AFF selanjutnya bila penyelenggaraannya tidak profesional," tukasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




