Indonesia Amankan Superseries Premier hingga 2017
Senin, 3 Desember 2012 | 17:15 WIB
Dewan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah memutuskan Indonesia tetap menjadi tuan rumah Superseries Premier, level turnamen tertinggi bulutangkis, hingga tahun 2017.
Hal ini ditetapkan saat bidding tuan rumah Superseries periode 2014-2017 di Bangkok akhir pekan lalu.
Berdasarkan siaran pers BWF, Senin (3/12) Indonesia bersama tiga negara lainnya yang telah menjadi tuan rumah Superseries Premier -Denmark, China, dan Inggris- tetap dipercaya sebagai tuan rumah turnamen berhadiah total minimal US$350.000.
Sementara Korea Selatan, yang sebelumnya menjadi tuan rumah Superseries Premier dengan total hadiah tertinggi yaitu US$1,2 juta, terpaksa turun kasta kembali ke level Superseries. Posisi Korea Selatan digantikan Malaysia yang akan menggelar Superseries Premier pertamanya tahun 2014 nanti.
Sebelumnya, Djarum sebagai sponsor utama Indonesia Open sejak tahun 2007 telah menyatakan komitmennya untuk menggelar Superseries Premier ini sejak 2011 lalu hingga tahun depan.
Tidak hanya itu, Djarum juga bersedia menambah jumlah hadiah dari total US$600.000 tahun 2011 lalu, $650.000 tahun ini, dan meningkat menjadi US$700.000 tahun depan. Padahal jumlah hadiah minimal US$600.000 sendiri diwajibkan BWF baru tahun 2017 mendatang.
Dalam bidding tersebut, BWF juga mengumumkan beberapa keputusan terkait tuan rumah penyelenggara Superseries. Australia dan Prancis dipercaya sebagai tuan rumah Superseries yang baru. Sementara Hong Kong, India, Jepang, dan Singapura tetap dipercaya untuk menjadi tuan rumah.
Sementara itu, China akan kehilangan salah satu dari Superseries-nya di periode tersebut. Taiwan dan Thailand juga gagal untuk menjadi tuan rumah Superseries dalam bidding tersebut.
Namun, Thailand akan menjadi tuan rumah penyelenggaran Kejuaraan Dunia Junior tahun depan.
Hal ini ditetapkan saat bidding tuan rumah Superseries periode 2014-2017 di Bangkok akhir pekan lalu.
Berdasarkan siaran pers BWF, Senin (3/12) Indonesia bersama tiga negara lainnya yang telah menjadi tuan rumah Superseries Premier -Denmark, China, dan Inggris- tetap dipercaya sebagai tuan rumah turnamen berhadiah total minimal US$350.000.
Sementara Korea Selatan, yang sebelumnya menjadi tuan rumah Superseries Premier dengan total hadiah tertinggi yaitu US$1,2 juta, terpaksa turun kasta kembali ke level Superseries. Posisi Korea Selatan digantikan Malaysia yang akan menggelar Superseries Premier pertamanya tahun 2014 nanti.
Sebelumnya, Djarum sebagai sponsor utama Indonesia Open sejak tahun 2007 telah menyatakan komitmennya untuk menggelar Superseries Premier ini sejak 2011 lalu hingga tahun depan.
Tidak hanya itu, Djarum juga bersedia menambah jumlah hadiah dari total US$600.000 tahun 2011 lalu, $650.000 tahun ini, dan meningkat menjadi US$700.000 tahun depan. Padahal jumlah hadiah minimal US$600.000 sendiri diwajibkan BWF baru tahun 2017 mendatang.
Dalam bidding tersebut, BWF juga mengumumkan beberapa keputusan terkait tuan rumah penyelenggara Superseries. Australia dan Prancis dipercaya sebagai tuan rumah Superseries yang baru. Sementara Hong Kong, India, Jepang, dan Singapura tetap dipercaya untuk menjadi tuan rumah.
Sementara itu, China akan kehilangan salah satu dari Superseries-nya di periode tersebut. Taiwan dan Thailand juga gagal untuk menjadi tuan rumah Superseries dalam bidding tersebut.
Namun, Thailand akan menjadi tuan rumah penyelenggaran Kejuaraan Dunia Junior tahun depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




