Indonesia-Singapura dirikan sekolah penerbang
Rabu, 8 Desember 2010 | 22:14 WIBSekolah itu hanya diperuntukkan bagi instruktur pilot pesawat tempur dan akan dibangun di Indonesia.
Gagasan kerjasama dengan pemerintah Singapuran untuk mendirikan sekolah instruktur penerbang pesawat tempur disetujui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam waktu dekat Menteri Pertahanan Singapura akan membahas lebih detil dengan jajaran kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Udara.
"Ada satu gagasan dan disampaikan ke presiden, presiden setuju, yaitu membentuk sekolah namanya Combined Fighter Curses, jadi ini sekolah untuk instruktur pilot penerbang tempur," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, usai mendampingi Presiden Yudhoyono melakukan pertemuan bilateral dengan Deputi PM Singapura, Teo Chee Hean di Laguna Resort and Spa, Nusa Dua, Bali, malam ini.
"Ada satu gagasan dan disampaikan ke presiden, presiden setuju, yaitu membentuk sekolah namanya Combined Fighter Curses, jadi ini sekolah untuk instruktur pilot penerbang tempur," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, usai mendampingi Presiden Yudhoyono melakukan pertemuan bilateral dengan Deputi PM Singapura, Teo Chee Hean di Laguna Resort and Spa, Nusa Dua, Bali, malam ini.
Karena baru bersifat gagasan awal, Purnomo belum bisa menjelaskan lebih detil soal teknis kerjasama yang akan dilakukan. "Nanti akan dibicarakan detil dengan KASAU," kata Purnomo sambil memastikan bahwa sekolah itu akan didirikan di Indonesia.
Selain Purnomo, juga ikut mendampingi Presiden SBY, Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Kapolri Timur Pradopo, Anglima TNI Agus Suhartono, serta Mensesneg Sudi Silalahi. Ada pun Teo Chee didampingi lima orang delegasi dari Singapura.
Staf Khusus Kepresidenan bidang hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan terkait dengan kerjasama pertahanan, Deputi PM Singapura menyampaikan bahwa menteri pertahanan Singapura juga akan berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat. "Dia juga akan memberi kuliah di Universitas Pertahanan Indonesia," kata Faizasyah.
Selain kerjasama bidang pertahanan itu, lanjut Faizasyah, presiden dan Deputi PM Singapura juga membahas secara menyeluruh isu-isu bilateral, baik perdagangan dan pertahanan. "Dapat disimpulkan segala hal yang bersifat bilateral sejauh ini berlangsung dengan baik," kata Faizasyah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




