Tambang Liar Gunung Botak Kabupaten Buru Ditutup

Jumat, 7 Desember 2012 | 15:07 WIB
SC
B
Ilustrasi Emas/ JG Photo
Ilustrasi Emas/ JG Photo (JG Photo)
Lokasi penambangan emas rakyat liar di Buru ini akhirnya ditutup menyusul aksi pembunuhan dan dampak buruk lainnya.

Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Said Assagaf resmi menyampaikan lokasi penambangan emas rakyat liar Gunung Botak di Desa Dava Dusun Wamsait, Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru telah ditutup sejak Rabu (5/12) lalu, demikian dikatakannya kepada SP, Jumat (7/12).

Pasca penutupan tersebut, Universitas Pattimura (Unpatti) dan Universitas Iqra Buru akan melaksanakan penelitian lingkungan, karena harus membenahi dan menata kembali lingkungan kawasan penambangan. “Di sekitar lokasi penambangan saja ribuan lalat beterbangan,” kata Said.

Penutupan lokasi penambangan emas rakyat liar di Buru ini akhirnya ditutup menyusul aksi pembunuhan, dan dampak lainnya yang merugikan masyarakat setempat. "Anak cucu dari kabupaten buru tidak boleh mendapat dampak negatif dari masalah ini," tukas Wagub Maluku itu.

Sementara itu, Bupati Buru Ramly Umasugi mengatakan sesuai dengan instruksi Wakil Gubernur Maluku maka lokasi tambang emas ini akan ditutup dan dibersihkan dari aktivitas penambangan sambil menunggu ketentuan atau peraturan.

Menurut Ramly, apabila peraturan atau izin sudah keluar maka kita akan memberikan izin kepada koperasi-koperasi tambang yang berhak untuk mengelola sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Setelah kita melakukan koordinasi dengan Polda Maluku dan Kodam Pattimura, lokasi penambangan ini kami tutup permanen. Penutupan lokasi penambangan akan berlangsung permanen hingga batas waktu yang belum ditentukan, hingga nantinya mencari solusi penyelesaian,” ujar dia.

Ramly menekankan, penutupan ini akan berlangsung permanen, sampai menunggu cara yang tepat, bagaimana mengelola tambang. “Jumlah penambang yang berada di Pulau Buru kata Ramli mencapai 40 ribu orang. Dan mereka akan dipulangkan ke daerah masing-masing,” ujarnya.

Pihaknya serius dengan penutupan ini karena telah melibatkan aparat TNI/Polri dengan sejumlah pasukan agar efektif. Walaupun penutupan ini bukan untuk selamanya tapi sampai menemukan solusi penanganan, karena banyak persoalan yang terjadi pasca-munculnya emas di Pulau Buru.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon