Panja Flu Burung Investigasi ke Bandung dan Surabaya
Senin, 10 Desember 2012 | 12:35 WIB
Panitia Kerja (Panja) Komisi IX DPR untuk proyek pembangunan pabrik vaksin flu burung hari ini melakukan kunjungan ke lokasi pabrik di Bandung, Jawa Barat.
Rombongan anggota dewan yang berjumlah 10 orang itu berangkat ke Bandung dengan menggunakan sebuah bus, dan merupakan bagian dari dua rombongan yang diberangkatkan Panja vaksin flu burung. Rombongan lainnya berangkat ke Surabaya, di mana lokasi pabrik lainnya berada.
"Kami melakukan peninjauan lokasi. Ini merupakan implementasi dari rapat panja," ujar anggota Panja dari Fraksi Partai Golkar, Poempida Hidayatulloh, di sela perjalanan ke Bandung, Senin (12/10).
Dia menegaskan pihaknya ingin mengivestigasi lebih lanjut bagaimana realisasi proyek yang menurut audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merugikan negara ratusan miliar rupiah itu.
Minggu lalu, Panja sempat memanggil Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) Kementerian Kesehatan, Chandra Yoga Adhitama, di mana Chandra meminta proyek senilai Rp2,4 triliun tersebut dilanjutkan pembangunannya.
Namun sejumlah anggota panja menolak karena sesuai dengan audit investigasi BPK diketahui proyek tersebut diduga merugikan Rp600 miliar. Proyek yang digagas sejak tahun 2009 ini dimenangkan oleh perusahaan milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.
Melalui PT Anugerah Nusantara dan PT Exartexh Teknologi Utama, Nazaruddin memenangkan total pengerjaan proyek dengan nilai Rp1,3 triliun. Saat ini dugaan korupsi dalam pembangunan pabrik vaksin ini telah diselidiki KPK dan Bareskrim Mabes Polri.
Rombongan anggota dewan yang berjumlah 10 orang itu berangkat ke Bandung dengan menggunakan sebuah bus, dan merupakan bagian dari dua rombongan yang diberangkatkan Panja vaksin flu burung. Rombongan lainnya berangkat ke Surabaya, di mana lokasi pabrik lainnya berada.
"Kami melakukan peninjauan lokasi. Ini merupakan implementasi dari rapat panja," ujar anggota Panja dari Fraksi Partai Golkar, Poempida Hidayatulloh, di sela perjalanan ke Bandung, Senin (12/10).
Dia menegaskan pihaknya ingin mengivestigasi lebih lanjut bagaimana realisasi proyek yang menurut audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merugikan negara ratusan miliar rupiah itu.
Minggu lalu, Panja sempat memanggil Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) Kementerian Kesehatan, Chandra Yoga Adhitama, di mana Chandra meminta proyek senilai Rp2,4 triliun tersebut dilanjutkan pembangunannya.
Namun sejumlah anggota panja menolak karena sesuai dengan audit investigasi BPK diketahui proyek tersebut diduga merugikan Rp600 miliar. Proyek yang digagas sejak tahun 2009 ini dimenangkan oleh perusahaan milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.
Melalui PT Anugerah Nusantara dan PT Exartexh Teknologi Utama, Nazaruddin memenangkan total pengerjaan proyek dengan nilai Rp1,3 triliun. Saat ini dugaan korupsi dalam pembangunan pabrik vaksin ini telah diselidiki KPK dan Bareskrim Mabes Polri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




