Studi: Delima Mampu Melawan Kanker
Senin, 10 Desember 2012 | 16:01 WIB
Luteolin, asam ellagic, dan asam punicic yang terkandung dalam delima mampu melawan sel kanker payudara, prostat dan kulit.
Delima merupakan salah satu buah eksotis yang tidak hanya terasa nikmat, tapi juga penuh nutrisi dan mampu mencegah sekaligus menyembuhkan beberapa penyakit.
Beberapa penyakit yang mampu dicegah sekaligus disembuhkan adalah kanker. Lantas, jenis kanker apa saja yang dapat dilawan oleh delima? Berikut penjelasannya.
Kanker Prostat
Sebuah studi dari University of California, AS menemukan, bahwa ekstrak buah dan jus delima sangat kuat untuk membunuh sel-sel kanker prostat. Hasil penelitiannya ini dilaporkan pula di Jurnal Onkologi Translational.
Kanker Payudara
Studi lain dari University of California, AS juga menyatakan, bahwa buah delima mengandung banyak nutrisi yang disebut luteolin, asam ellagic, dan asam punicic yang berkhasiat untuk melawan kanker payudara.
Kanker Kulit
Sebuah studi terkini di Inggris juga menyebutkan, bahwa konsumsi buah delima dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai jenis kanker kulit. Hasil studi ini diterbitkan pula dalam British Journal of Dermatology.
Delima merupakan salah satu buah eksotis yang tidak hanya terasa nikmat, tapi juga penuh nutrisi dan mampu mencegah sekaligus menyembuhkan beberapa penyakit.
Beberapa penyakit yang mampu dicegah sekaligus disembuhkan adalah kanker. Lantas, jenis kanker apa saja yang dapat dilawan oleh delima? Berikut penjelasannya.
Kanker Prostat
Sebuah studi dari University of California, AS menemukan, bahwa ekstrak buah dan jus delima sangat kuat untuk membunuh sel-sel kanker prostat. Hasil penelitiannya ini dilaporkan pula di Jurnal Onkologi Translational.
Kanker Payudara
Studi lain dari University of California, AS juga menyatakan, bahwa buah delima mengandung banyak nutrisi yang disebut luteolin, asam ellagic, dan asam punicic yang berkhasiat untuk melawan kanker payudara.
Kanker Kulit
Sebuah studi terkini di Inggris juga menyebutkan, bahwa konsumsi buah delima dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai jenis kanker kulit. Hasil studi ini diterbitkan pula dalam British Journal of Dermatology.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




