Citarasa Sup Spesial Tonkotsu Ramen Tsurukamedou
Selasa, 11 Desember 2012 | 19:28 WIB
Perbedaan kuantitas tulang babi yang membuat rasa Tonkotsu Ramen Tsurukamedou cukup berbeda dari ramen lainnya.
Sebagai waralaba pertama di Asia, Tsurukamedou Jakarta coba menawarkan konsep otentik Ramen di restoran yang berada di kawasan Taman Ratu, Jakarta Barat.
Tidak menawarkan banyak pilihan menu, Tsurukamedou memang hanya menekankan pada menu utama mereka, Tonkotsu Ramen yang khas, memiliki rasa sup yang super strong dibandingkan ramen lainnya.
Jika umumnya sup Ramen Tonkotsu diproduksi dari 3 sampai empat kilogram tulang babi, maka Tsurukamedou menggunakan hingga 9 kilogram tulang babi untuk sup Tonkotsu Ramen tersebut.
"Setelah dicuci, kemudian kita rebus dan aduk sampai 16 jam. Sup kami tidak berbau. Karena tidak direndam dan dicelup berulang-ulang," ujar Hironori Wada selaku chef Tsurukamedou yang didatangkan langsung dari Jepang untuk mengawasi kualitas Tonkotsu Ramen Tsurukamedou di Jakarta.
Perbedaan kuantitas tulang babi itulah yang kemudian membuat Tonkotsu Ramen Tsurukamedou cukup berbeda dari ramen-ramen lainnya. Di Jepang sendiri, khususnya Nagoya, Tsurukamedou sudah sangat dikenal dengan warung ramen yang memiliki rasa sup yag kuat.
"Supnya diaduk dengan teknik khusus tak berhenti. Dilakukan dengan passion. Untuk mengaduk sup tidak bisa sembarangan. Ada tekniknya dan dibarengi dengan passion. Kalau salah, rasanya bisa rusak. Harus ada passion to create something good," sambung chef Wada.
Untuk mie, Tsurukamedou masih menggunakan produksi lokal. Hanya saja, proses pembuatan dan bahan-bahannya dipesan sesuai dengan standar Tsurukamedou di Jepang.
"Rasa untuk (tonkotsu) ramen sudah top range. Rasanya persis sama dengan yang di Jepang," tukas Wada.
Sebagai waralaba pertama di Asia, Tsurukamedou Jakarta coba menawarkan konsep otentik Ramen di restoran yang berada di kawasan Taman Ratu, Jakarta Barat.
Tidak menawarkan banyak pilihan menu, Tsurukamedou memang hanya menekankan pada menu utama mereka, Tonkotsu Ramen yang khas, memiliki rasa sup yang super strong dibandingkan ramen lainnya.
Jika umumnya sup Ramen Tonkotsu diproduksi dari 3 sampai empat kilogram tulang babi, maka Tsurukamedou menggunakan hingga 9 kilogram tulang babi untuk sup Tonkotsu Ramen tersebut.
"Setelah dicuci, kemudian kita rebus dan aduk sampai 16 jam. Sup kami tidak berbau. Karena tidak direndam dan dicelup berulang-ulang," ujar Hironori Wada selaku chef Tsurukamedou yang didatangkan langsung dari Jepang untuk mengawasi kualitas Tonkotsu Ramen Tsurukamedou di Jakarta.
Perbedaan kuantitas tulang babi itulah yang kemudian membuat Tonkotsu Ramen Tsurukamedou cukup berbeda dari ramen-ramen lainnya. Di Jepang sendiri, khususnya Nagoya, Tsurukamedou sudah sangat dikenal dengan warung ramen yang memiliki rasa sup yag kuat.
"Supnya diaduk dengan teknik khusus tak berhenti. Dilakukan dengan passion. Untuk mengaduk sup tidak bisa sembarangan. Ada tekniknya dan dibarengi dengan passion. Kalau salah, rasanya bisa rusak. Harus ada passion to create something good," sambung chef Wada.
Untuk mie, Tsurukamedou masih menggunakan produksi lokal. Hanya saja, proses pembuatan dan bahan-bahannya dipesan sesuai dengan standar Tsurukamedou di Jepang.
"Rasa untuk (tonkotsu) ramen sudah top range. Rasanya persis sama dengan yang di Jepang," tukas Wada.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




