Kerjasama Pariwisata Indonesia-AS Targetkan Pertumbuhan Hingga 2 Digit
Rabu, 12 Desember 2012 | 00:05 WIB
Diharapkan akan ada kemudahan-kemudahan untuk membantu pelancong, terutama dalam urusan administrasi.
Asosiasi Perjalanan dan Pariwisata Indonesia (ASITA) dan Receptive Services Association of America (RSAA), menandatangani nota kesepahaman (MoU) menyangkut kegiatan pemasaran dan perluasan jaringan pariwisata.
Penandatanganan MoU itu dilakukan oleh Ketua Umum ASITA, Asnawi Bahar, dan Direktur Eksekutif RSAA, Matt Grayson, di kediaman Duta Besar AS untuk Indonesia di Jakarta, Selasa (11/12).
Mengenai perjanjian ini, duta besar AS untuk Indonesia, Scott Marciel yang hadir dalam acara tersebut mengungkap, pihaknya menargetkan pertumbuhan kunjungan wisatawan asal Indonesia ke AS meningkat hingga 2 digit.
Menurut Marciel, pihaknya sudah berusaha meningkatkan kerjasama ini dengan memperkenalkan inisiatif baru untuk kemudahan warga Indonesia berwisata ke AS.
Ketua Umum ASITA Asnawi Bahar mengatakan, penandatanganan MoU tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asal AS ke Indonesia, yang sempat mengalami penurunan ketika krisis melanda negeri itu.
"Selain itu selama ini kita juga sulit mendapatkan visa untuk pariwisata, tetapi dengan kemudahan yang diberikan Kedubes AS maka kami optimistis kunjungan wisatawan asal AS akan kembali meningkat," kata Asnawi.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dari 688.341 wisman yang datang ke Indonesia pada Oktober 2012, di antaranya masih didominasi oleh beberapa negara di kawasan seperti Singapura (15,49 persen), Malaysia (12,94 persen), Australia (12,7 persen), China (10,32 persen), dan Jepang (5,9 persen).
Namun demikian selama periode Januari-Oktober 2012, BPS mencatat kunjungan wisatawan asing mencapai 6,58 juta orang atau meningkat 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 6,27 juta orang.
Asosiasi Perjalanan dan Pariwisata Indonesia (ASITA) dan Receptive Services Association of America (RSAA), menandatangani nota kesepahaman (MoU) menyangkut kegiatan pemasaran dan perluasan jaringan pariwisata.
Penandatanganan MoU itu dilakukan oleh Ketua Umum ASITA, Asnawi Bahar, dan Direktur Eksekutif RSAA, Matt Grayson, di kediaman Duta Besar AS untuk Indonesia di Jakarta, Selasa (11/12).
Mengenai perjanjian ini, duta besar AS untuk Indonesia, Scott Marciel yang hadir dalam acara tersebut mengungkap, pihaknya menargetkan pertumbuhan kunjungan wisatawan asal Indonesia ke AS meningkat hingga 2 digit.
Menurut Marciel, pihaknya sudah berusaha meningkatkan kerjasama ini dengan memperkenalkan inisiatif baru untuk kemudahan warga Indonesia berwisata ke AS.
Ketua Umum ASITA Asnawi Bahar mengatakan, penandatanganan MoU tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asal AS ke Indonesia, yang sempat mengalami penurunan ketika krisis melanda negeri itu.
"Selain itu selama ini kita juga sulit mendapatkan visa untuk pariwisata, tetapi dengan kemudahan yang diberikan Kedubes AS maka kami optimistis kunjungan wisatawan asal AS akan kembali meningkat," kata Asnawi.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dari 688.341 wisman yang datang ke Indonesia pada Oktober 2012, di antaranya masih didominasi oleh beberapa negara di kawasan seperti Singapura (15,49 persen), Malaysia (12,94 persen), Australia (12,7 persen), China (10,32 persen), dan Jepang (5,9 persen).
Namun demikian selama periode Januari-Oktober 2012, BPS mencatat kunjungan wisatawan asing mencapai 6,58 juta orang atau meningkat 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 6,27 juta orang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




