Tohpati, Padukan Unsur Jazz Dan Etnik di Ethnomission

Kamis, 13 Desember 2012 | 09:32 WIB
YK
FB
Penulis: Yanuar Rahman/Teddy Kurniawan | Editor: FMB
Tohpati dalam sebuah pertunjukan.
Tohpati dalam sebuah pertunjukan. (Beritasatu.com/Yanuar Rahman)

"Aku akan mengangkat musik-musik tradisional dan alat-alat instrumental."


Berawal dari rasa cintanya terhadap seni dan budaya tanah air, Tohpati Ario Hutomo yang sudah malang melintang di blantika musik tanah air lewat permainan komposisi jazznya kemudian membentuk formasi yang ia beri nama Ethnomission di tahun 2009.

Dengan mengajak Indro Hardjodikoro (bass), Demas Narawangsa (drum), Endang Ramdan (kendang) dan Dicki Suwardjiki (suling) sebagai pemain utama dalam bandnya, Tohpati berharap minimnya minat penikmat musik tanah air terhadap musik tradisional akan berbalik menjadi sebuah kecintaan dan peminatan tersendiri.

"Aku akan mengangkat musik-musik tradisional dan alat-alat instrumental seperti kendang, suling, angklung digabung dengan alat musik universal," katanya saat ditemui usai konser Tohpati Berkarya di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (12/12).

Namun untuk menyatukan semua itu tentulah tidak mudah. Karakter alat musik kontemporer dan komposisi jazz yang harus dipadukan dengan aransemen musik dan alat musik tradisional membuat lelaki kelahiran 25 Juli 1971 itu harus membuat strategi khusus supaya paduan keduanya tak janggal.

Mengadakan workshop terpisah dengan pemain kendang dan suling serta pemain bass dan drum adalah jalan tengah yang ia ambil untuk memadukan dua unsur musik tersebut.

"Tantangannya harus luwes, enggak berkesan tempelan. Misalnya suling enggak harus main pentatonis tapi bisa main (pola komposisi) jazz," tukasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon