Jelang Pencoblosan, Panwaslu Bekasi Temukan Pelanggaran
Minggu, 16 Desember 2012 | 17:04 WIB
Panitia Pengawas Pemilu Kota Bekasi, Jawa Barat, menemukan dugaan pelanggaran kampanye Pilkada yang dilakukan beberapa jam sebelum pencoblosan dimulai.
"Kampanye berkedok acara syukuran itu dilaksanakan Sabtu (15/12) malam," kata Ketua Panwaslu Kota Bekasi Yayah Nahdhiyah di sela pemantauan ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Minggu.
Menurut dia, acara tersebut diselenggarakan pengurus RW 27 Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu. Pengurus RW setempat menggelar acara syukuran atas rampungnya pengecoran jalan di lingkungan mereka.
"Namun di lokasi syukuran, terpasang berbagai atribut kampanye salah kandidat Pilwalkot Bekasi," ujarnya.
Bahkan dalam sambutannya, kata dia, pengurus RW tersebut mengajak warga memilih Rahmat Effendi untuk melanjutkan kepemimpinannya karena dianggap telah berjasa memperbaiki jalan di lingkungannya.
"Padahal, perbaikan jalan kan dibiayai Pemerintah Kota Bekasi, sehingga tidak serta merta harus dianggap sebagai jasa sang kandidat," katanya.
Menurut dia, pihaknya juga mendalami kemungkinan adanya ketidaknetralan pengurus RW yang juga bertugas sebagai Kelompok Panitia Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 78.
"Indikasi ketidaknetralan yang bersangkutan membuat kami harus melakukan pengawasan ekstra saat pencoblosan berlangsung agar tidak terjadi pelanggaran lainnya," katanya.
"Kampanye berkedok acara syukuran itu dilaksanakan Sabtu (15/12) malam," kata Ketua Panwaslu Kota Bekasi Yayah Nahdhiyah di sela pemantauan ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Minggu.
Menurut dia, acara tersebut diselenggarakan pengurus RW 27 Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu. Pengurus RW setempat menggelar acara syukuran atas rampungnya pengecoran jalan di lingkungan mereka.
"Namun di lokasi syukuran, terpasang berbagai atribut kampanye salah kandidat Pilwalkot Bekasi," ujarnya.
Bahkan dalam sambutannya, kata dia, pengurus RW tersebut mengajak warga memilih Rahmat Effendi untuk melanjutkan kepemimpinannya karena dianggap telah berjasa memperbaiki jalan di lingkungannya.
"Padahal, perbaikan jalan kan dibiayai Pemerintah Kota Bekasi, sehingga tidak serta merta harus dianggap sebagai jasa sang kandidat," katanya.
Menurut dia, pihaknya juga mendalami kemungkinan adanya ketidaknetralan pengurus RW yang juga bertugas sebagai Kelompok Panitia Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 78.
"Indikasi ketidaknetralan yang bersangkutan membuat kami harus melakukan pengawasan ekstra saat pencoblosan berlangsung agar tidak terjadi pelanggaran lainnya," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




