Polri Kembangkan Penyidikan Penangkapan Terduga Teroris
Senin, 17 Desember 2012 | 15:21 WIB
AZA adalah terduga teroris penyerangan terhadap Pos Polisi Gladak, Surakarta pada Agustus 2011.
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri saat ini masih melakukan pengembangan penyidikan terkait tertangkapnya terduga teroris berinisial AZA (20) di Desa Gemuruh, Kelurahan Purbalingga Lor, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah pada Minggu (16/12).
"Saat ini terduga masih dilakukan pengembangan pemeriksaan di suatu tempat dan berada di Jawa Tengah," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Senin (17/12).
AZA adalah terduga teroris penyerangan terhadap Pos Polisi Gladak, Surakarta pada Agustus 2011, katanya.
"AZA berperan aktif pada pelemparan granat ke Pos Polisi Gladak yang membantu saudara Farhan," kata Boy.
AZA merupakan kelompok jaringan Farhan, yang pernah disergap Densus 88 dan tewas pada September 2012, di jl.Veteran, Solo, Jawa Tengah.
Terduga teroris AZA yang merupakan santri pondok pesantren Al Suchty, Kelurahan Purbalingga Lor, Kecamatan Purbalingga.
Tersangka saat berbelanja sayuran bersama empat rekannya di pasar kecil dekat pondok pesantren dibawa pergi oleh sekelompok laki-laki yang menggunakan mobil Kijang Innova berpelat nomor Purbalingga.
Farhan diduga kuat terkait dengan aksi teror di Solo sebelumnya, seperti insiden penembakan di Pos Polisi Singosaren, Solo, Jawa Tengah, pada 30 Agustus malam yang mengakibatkan seorang polisi tewas dan juga pelemparan granat ke pos polisi.
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri saat ini masih melakukan pengembangan penyidikan terkait tertangkapnya terduga teroris berinisial AZA (20) di Desa Gemuruh, Kelurahan Purbalingga Lor, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah pada Minggu (16/12).
"Saat ini terduga masih dilakukan pengembangan pemeriksaan di suatu tempat dan berada di Jawa Tengah," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Senin (17/12).
AZA adalah terduga teroris penyerangan terhadap Pos Polisi Gladak, Surakarta pada Agustus 2011, katanya.
"AZA berperan aktif pada pelemparan granat ke Pos Polisi Gladak yang membantu saudara Farhan," kata Boy.
AZA merupakan kelompok jaringan Farhan, yang pernah disergap Densus 88 dan tewas pada September 2012, di jl.Veteran, Solo, Jawa Tengah.
Terduga teroris AZA yang merupakan santri pondok pesantren Al Suchty, Kelurahan Purbalingga Lor, Kecamatan Purbalingga.
Tersangka saat berbelanja sayuran bersama empat rekannya di pasar kecil dekat pondok pesantren dibawa pergi oleh sekelompok laki-laki yang menggunakan mobil Kijang Innova berpelat nomor Purbalingga.
Farhan diduga kuat terkait dengan aksi teror di Solo sebelumnya, seperti insiden penembakan di Pos Polisi Singosaren, Solo, Jawa Tengah, pada 30 Agustus malam yang mengakibatkan seorang polisi tewas dan juga pelemparan granat ke pos polisi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




