Task Force Akan Temui Arifin Panigoro dan Nirwan Bakrie
Selasa, 18 Desember 2012 | 17:23 WIB
Tim Gugus Tugas juga akan terus melakukan komunikasi dengan AFC.
Tim Task Force atau Gugus Tugas bentukan pemerintah akan bertemu dengan pihak-pihak terkait dalam polemik persepakbolaan nasional yaitu PSSI dan KPSI serta berencana menemui tokoh nasional Arifin Panigoro dan Nirwan Dermawan Bakrie.
"Ibu Rita (Ketua Gugus Tugas) berinisiatif melakukan pertemuan ini. Mereka kan disebut-sebut sebagai pembina di masing-masing pihak," kata anggota tim, Djoko Pekik Irianto.
Selama ini, Arifin Panigoro dinilai banyak pihak berada di belakang PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin, sedangkan Nirwan Dermawan Bakrie di belakang KPSI.
Menurut dia, pertemuan dengan dua tokoh yang dinilai berada di belakang kedua belah pihak ini diharapkan bisa membawa angin segar sehingga mampu membawa sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik serta terhindar dari sanksi tegas dari FIFA.
"Kami belum bisa menentukan kapan pertemuannya. Yang jelas dalam waktu dekat ini," kata Djoko.
Djoko menegaskan, selain berencana melakukan pertemuan dengan Arifin Panigoro dan Nirwan Dermawan Bakrie serta PSSI dan KPSI, tim Gugus Tugas juga akan terus melakukan komunikasi dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang telah diberi mandat oleh FIFA untuk menyelesaikan polemik di Indonesia.
"Tugas kami hanya memediasi saja. Makanya kami terus berusaha yang terbaik. Kuncinya adalah kompromi. Apalagi kesempatan ini adalah yang terakhir bagi Indonesia," katanya.
Berdasarkan rapat Komite Eksekutif FIFA di Tokyo Jepang, Jumat (14/12), federasi sepak bola dunia ini masih memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk menyelesaikan polemik yang terjadi hingga 20 Maret 2013.
Ada beberapa hal yang harus secepatnya dilakukan yaitu unifikasi atau penggabungan liga antara Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL), revisi statuta serta pengembalian empat anggota Komite Eksekutif PSSI yang sebelumnya dipecat oleh Komite Etik.
Keempat anggota itu adalah La Nyalla Mattalitti, Erwin Dwi Budiawan, Roberto Rouw dan Tony Aprilani. Jika ketiga hal ini tidak bisa dituntaskan sesuai jadwal, maka Indonesia akan langsung mendapatkan sanksi tegas dari federasi sepak bola dunia itu.
Sementara itu anggota Komite Eksekutif PSSI Bob Hippy mengatakan pihaknya akan akan terus melakukan komunikasi dengan AFC guna melaporkan setiap langkah yang dilakukan dalam hal menyelesaikan masalah yang ada saat ini.
"Persoalan sepak bola Indonesia sebelumnya telah diserahkan ke AFC. Jadi, kami akan terus mengirimkan laporan mengenai langkah apa yang telah dilakukan ke AFC," kata Bob Hippy.
Tim Task Force atau Gugus Tugas bentukan pemerintah akan bertemu dengan pihak-pihak terkait dalam polemik persepakbolaan nasional yaitu PSSI dan KPSI serta berencana menemui tokoh nasional Arifin Panigoro dan Nirwan Dermawan Bakrie.
"Ibu Rita (Ketua Gugus Tugas) berinisiatif melakukan pertemuan ini. Mereka kan disebut-sebut sebagai pembina di masing-masing pihak," kata anggota tim, Djoko Pekik Irianto.
Selama ini, Arifin Panigoro dinilai banyak pihak berada di belakang PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin, sedangkan Nirwan Dermawan Bakrie di belakang KPSI.
Menurut dia, pertemuan dengan dua tokoh yang dinilai berada di belakang kedua belah pihak ini diharapkan bisa membawa angin segar sehingga mampu membawa sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik serta terhindar dari sanksi tegas dari FIFA.
"Kami belum bisa menentukan kapan pertemuannya. Yang jelas dalam waktu dekat ini," kata Djoko.
Djoko menegaskan, selain berencana melakukan pertemuan dengan Arifin Panigoro dan Nirwan Dermawan Bakrie serta PSSI dan KPSI, tim Gugus Tugas juga akan terus melakukan komunikasi dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang telah diberi mandat oleh FIFA untuk menyelesaikan polemik di Indonesia.
"Tugas kami hanya memediasi saja. Makanya kami terus berusaha yang terbaik. Kuncinya adalah kompromi. Apalagi kesempatan ini adalah yang terakhir bagi Indonesia," katanya.
Berdasarkan rapat Komite Eksekutif FIFA di Tokyo Jepang, Jumat (14/12), federasi sepak bola dunia ini masih memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk menyelesaikan polemik yang terjadi hingga 20 Maret 2013.
Ada beberapa hal yang harus secepatnya dilakukan yaitu unifikasi atau penggabungan liga antara Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL), revisi statuta serta pengembalian empat anggota Komite Eksekutif PSSI yang sebelumnya dipecat oleh Komite Etik.
Keempat anggota itu adalah La Nyalla Mattalitti, Erwin Dwi Budiawan, Roberto Rouw dan Tony Aprilani. Jika ketiga hal ini tidak bisa dituntaskan sesuai jadwal, maka Indonesia akan langsung mendapatkan sanksi tegas dari federasi sepak bola dunia itu.
Sementara itu anggota Komite Eksekutif PSSI Bob Hippy mengatakan pihaknya akan akan terus melakukan komunikasi dengan AFC guna melaporkan setiap langkah yang dilakukan dalam hal menyelesaikan masalah yang ada saat ini.
"Persoalan sepak bola Indonesia sebelumnya telah diserahkan ke AFC. Jadi, kami akan terus mengirimkan laporan mengenai langkah apa yang telah dilakukan ke AFC," kata Bob Hippy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




