Tiga Acara Akhir Tahun yang Harus Diantisipasi Warga DKI

Rabu, 19 Desember 2012 | 21:03 WIB
LN
B
ilustrasi macet di jalan thamrin (JG Photo)
ilustrasi macet di jalan thamrin (JG Photo)
Di antaranya, pelaksanaan acara dzikir akbar oleh ormas tertentu.

Ada tiga acara yang harus diantisipasi warga Jakarta pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2013. Sebabnya, acara semacam itu berpotensi akan menimbulkan kemacetan lalu lintas dan kerumunan banyak orang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan, ada tiga acara yang harus diperhatikan warga Jakarta, juga para personel keamanan yang akan bertugas mengamankan jalannya perayaan Natal dan Tahun Baru 2013.

Yang pertama adalah pelaksanaan acara dzikir akbar oleh ormas tertentu, yang berbarengan dengan pelaksanaan ibadah malam Natal, 24 Desember 2012, di wilayah Jaktim.

"Ini perlu disikapi, karena berbarengan dengan ibadah umat Kristiani yaitu malam Natal," kata Arie, dalam rapat Forkopimda DKI di Balai Kota DKI, Jakarta, hari ini.

Kemudian, lanjutnya Arie, ada pula banyak permohonan kegiatan keagamaan di wilayah Kemang yang menggunakan fasilitas umum, yang pelaksanaannya bersamaan dengan malam Tahun Baru 2013. Selanjutnya adalah Malam Bebas Kendaraan Bermotor atau Jakarta Car Free Night, yang rencananya akan dilangsungkan pada malam Tahun Baru (31/12).

"Kegiatan ini rencananya akan menutup beberapa ruas jalan, yaitu Jl Thamrin hingga Sudirman, untuk kegiatan pesta hiburan rakyat Jakarta," ujarnya.

Khusus untuk kegiatan pada malam Natal yaitu dzikir akbar yang bertepatan dengan pelaksanaan ibadat malam Natal umat Kristiani, Pemprov DKI menurut Arie, meminta peningkatan keamanan di wilayah Jaktim. Begitu juga dengan pelaksanaan Jakarta Car Free Night, di mana perlu diperhatikan jalur lalu lintas alternatif sebagai jalur keluar bagi warga atau untuk keperluan darurat.

Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya Kombes Muhammad Chairul Noor Alamsyah mengatakan, konsep pelaksanaan Jakarta Car Free Night sendiri adalah dilaksanakan sepanjang 6,6 kilometer di Jalan Thamrin-Sudirman dengan penutupan jalan.

Menurutnya, ada dua alternatif penutupan jalan. Alternatif pertama adalah di sepanjang Jl Sudirman hingga Thamrin dikosongkan, dengan menutup seluruh akses masuk. Sementara alternatif kedua adalah mengosongkan jalur cepat sepanjang Jl Thamrin-Sudirman, dan membuka jalur lambat.

"Untuk jalan yang tidak ada pemisah antara jalur cepat dan lambat, dipasang barrier dengan menyiapkan dua lajur sebagai jalur lambat," kata Noor Alamsyah.

Menurut Noor Alamsyah, untuk alternatif pertama, akan dibutuhkan barrier sebanyak 524 buah. Sedangkan untuk alternatif kedua akan dibutuhkan sekitar 3.000 barrier untuk pemisah jalan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon