Pariwisata Bengkulu Dinilai Kurang Promosi

Kamis, 20 Desember 2012 | 11:23 WIB
AF
BA
Penulis: Antara/ Nadia Felicia | Editor: B1
Area Bengkulu, Indonesia.
Area Bengkulu, Indonesia. (Google Maps)
"Sebagian besar jalan menuju lokasi wisata sangat buruk, sehingga promosi tanpa disertai kesiapan sarana-prasarana penunjang juga tidak maksimal"

Obyek-obyek wisata di Bengkulu dinilai Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia masih kurang dipromosikan, sehingga belum banyak menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Demikian diungkap Wakil Ketua ASITA Provinsi Bengkulu Gusnan Mulyadi, di Bengkulu, Kamis (20/12) saat rapat koordinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu dan kabupaten/kota.

Hal ini disayangkan Gusnan, karena menurutnya promosi pariwisata adalah salah satu kunci mengenalkan sektor pariwisata Bengkulu ke banyak pihak. "Memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tapi ini menjadi investasi bagi daerah," katanya.

Promosi pariwisata menurutnya, selain melalui berbagai media, juga dapat dilakukan dengan menggelar berbagai acara berskala nasional bahkan internasional di Bengkulu.

Selain promosi, kondisi infrastruktur, terutama jalan juga perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. "Sebagian besar jalan menuju lokasi wisata sangat buruk, sehingga promosi tanpa disertai kesiapan sarana-prasarana penunjang juga tidak maksimal," tambahnya.

Menurut Gusnan, dari penjualan paket-paket wisata di Provinsi Bengkulu, wisata alam dan sejarah yang paling menonjol. Wisata alam seperti pantai panjang dan ekowisata ke kawasan Pusat Konservasi Gajah (PKG) Seblat dan wisata sejarah di Kota Bengkulu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Hasanudin mengatakan untuk promosi wisata akan ditingkatkan mulai 2013. Untuk tahap pertama sudah dirancang promosi wisata di Jakarta pada Maret 2013.

Dinas Pariwisata Bengkulu akan mengadakan acara "Selayang Pandang di Bumi Rafflesia Bengkulu". Seluruh potensi dan objek wisata 10 kabupaten dan kota akan ditampilkan dalam acara tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon