Andi Widjajanto, dari Timses, KSP, Lalu Gubernur Lemhannas
Senin, 21 Februari 2022 | 11:46 WIB
Kemudian pada 4 Februari 2020, Andi Widjajanto dilantik menjadi penasihat senior Kantor Staf Presiden (KSP). Jabatan itu dipegangnya hingga saat ini. Selain penasihat senior KSP, Andi Widjajanto merupakan Koordinator Laboratorium Indonesia 45.
Andi Widjajanto berperan penting dalam pemenangan Jokowi pada Pilpres 2019. Meski tidak masuk dalam struktur Tim Kampanye Jokowi, Andi Widjajanto dengan kelompok relawan Cakra-19 dan Bravo-V aktif memberi masukan pada Jokowi dan tim kampanye terutama terkait sektor keamanan. Ia pun kerap menggalang relawan.
Pemikirannya soal pertahanan nasional dan adanya ancaman perang dunia yang akan dilakukan Tiongkok pernah disampaikan Andi Widjajanto saat menjadi ahli pemerintah dalam uji materi UU Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN) terkait komponen cadangan (komcad) dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK) pada 18 Januari 2022.
Andi Widjajanto membeberkan Tiongkok sedang menyiapkan perang untuk menguasai Samudera Hindia pada 2050. Andi Widjajantomenilai Tiongkok melakukan rencana strategis dalam tiga tahap selama 70 tahun lebih. Tahap pertama 1980 sampai 2000. Tahap kedua, tahun 2000 sampai 2020, Tiongkok siap memenangkan perang laut Cina Selatan. Lalu, Tahap ketiga, tahun 2020 sampai 2050, Tiongkok siap menang perang di dua titik sekaligus yaitu Guam di Samudera Pasifik dan Diego Garcia di Samudera Hindia.
Dalam sidang uji materi tersebut, Andi juga membandingkan strategi Tiongkok dengan strategi Jepang dalam menyiapkan perang. Jepang termasuk negara yang melakukan perencanaan strategis 70 tahun. Perencanaannya dimulai 1870 yang disebut restorasi Meiji yang selesai pada 1940. Kemudian, pada 7 Desember, Jepang menyerang Pearl Harbor yang menyulut Perang Dunia II.
Bila melihat sisi akademisnya, Andi Widjajanto merupakan dosen tetap di FISIP Universitas Indonesia (UI) dan dikenal sebagai pengamat pertahanan. Bahkan, Andi Widjajanto kerap terlibat dalam proses reformasi sektor keamanan di Indonesia.
Pria kelahiran Kediri, Jawa Timur ini memiliki latar-belakang pendidikan mulai dari Fisip jurusan HI di Universitas Indonesia, kemudian juga mendapat gelar sarjana dari School of Oriental and African Studies University of London. Mendapatkan Master of Sciences dari London School of Economics, sekaligus juga mendapat gelar Master of Sciences dari Industrial College of Armed Forces, Washington Dc, Amerika Serikat pada tahun 2003.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




